TERNATE — Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Waris Agono, menekankan pentingnya peran strategis Polisi Wanita (Polwan) dalam memperkuat kualitas pelayanan publik yang humanis, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kapolda saat memberikan arahan langsung kepada seluruh Polwan jajaran Polda Maluku Utara, yang berlangsung di Mapolres Ternate, (12/25).
Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa Polwan memiliki keunggulan tersendiri, terutama dalam kemampuan komunikasi, empati, serta pendekatan humanis yang sangat dibutuhkan dalam fungsi-fungsi pelayanan kepolisian, seperti Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), hingga pembinaan masyarakat.
“Polwan harus hadir di semua fungsi operasional. Tidak hanya pada layanan administratif, tetapi juga pada tugas-tugas inti kepolisian,” tegas Kapolda.
Kapolda juga mengakui bahwa keberadaan Polwan dinilai lebih efektif dalam penanganan kasus perempuan dan anak, khususnya melalui Unit Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA). Menurutnya, sensitivitas dan pendekatan empatik Polwan menjadi faktor penting dalam memberikan rasa aman dan keadilan bagi korban.
Selain peran strategis, Kapolda menguraikan empat etika utama yang wajib dijunjung tinggi oleh setiap Polwan, yakni etika kepribadian, etika kemasyarakatan, etika kenegaraan, dan etika kelembagaan. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas, sikap ramah, kedisiplinan, serta kehati-hatian dalam bermedia sosial.
Lebih lanjut, Kapolda mengingatkan berbagai larangan yang telah diatur dalam Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 7 Tahun 2022, mulai dari tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, penyalahgunaan wewenang, hingga keterlibatan dalam narkoba, judi, gratifikasi, perselingkuhan, dan pelanggaran berat lainnya.
“Setiap Polwan harus menjaga diri dari segala bentuk pelanggaran yang dapat berujung pada pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH), seperti penyimpangan seksual, jual-beli senjata ilegal, maupun pungutan liar dalam proses rekrutmen,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Kapolda menekankan prinsip kepemimpinan yang harus dijalankan oleh Polwan, khususnya bagi mereka yang memegang jabatan struktural. Ia menyebut empat prinsip utama kepemimpinan, yakni humanis, legitimasi, kepercayaan, dan penghormatan.
“Kunci utamanya adalah kesadaran diri dan disiplin,” ujar Kapolda.
Kapolda juga mengingatkan agar setiap Polwan senantiasa menjaga kehormatan pribadi dan keluarga, menjaga pergaulan, menjauhi fitnah, serta menampilkan akhlak yang baik dalam menjalankan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan arahan tersebut, Kapolda berharap Polwan di jajaran Polda Maluku Utara semakin profesional, berintegritas, dan mampu menjadi teladan dalam mewujudkan Polri yang presisi dan dipercaya masyarakat.
Tim Redaksi






