NHM Berjuang di Tengah Krisis: Serikat Pekerja Minta Dukungan, Bukan Tekanan”

Berita Informasi176 Dilihat

Jakarta, jendelamalut.com – Sejumlah pimpinan dan anggota Serikat Pekerja PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) mendatangi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI pada Rabu, 26 Maret 2025. Mereka berupaya memberikan klarifikasi terkait isu hubungan industrial dan kondisi perusahaan setelah adanya aksi protes karyawan serta pemuda dari Maluku Utara di depan kantor Kemnaker pada 24 Maret 2025.

Ketua PUK SKPEP SPSI, Rusli Abdullah, mengungkapkan bahwa NHM mengalami tantangan finansial selama dua tahun terakhir akibat gagal mencapai target produksi. Situasi ini berdampak pada keterlambatan pembayaran hak-hak pekerja, termasuk gaji dan tunjangan.

Sementara itu, Ketua PK FPE K-SBSI, Andi Mochtar, menegaskan bahwa manajemen NHM telah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi masalah finansial, seperti mencari pinjaman dari pihak ketiga, efisiensi operasional, dan merumahkan sebagian karyawan. Kebijakan ini telah disosialisasikan kepada seluruh pekerja melalui mekanisme Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Namun, Andi menyayangkan adanya pihak-pihak yang justru melayangkan pengaduan ke Kemnaker terkait kebijakan efisiensi ini. “Langkah ini hanya merugikan semua pihak, termasuk perusahaan dan karyawan lainnya,” ujarnya.

Ketua PB-F GSBM, Rudi Pareta, menambahkan bahwa NHM tengah berupaya untuk tetap bertahan tanpa bantuan pemerintah agar dapat kembali beroperasi normal dan mempekerjakan karyawan yang telah dirumahkan.

“Kami berharap semua pihak, terutama karyawan, dapat memahami situasi perusahaan dan mendukung langkah efisiensi ini. Tujuan utamanya adalah menjaga kelangsungan perusahaan serta menciptakan hubungan industrial yang harmonis,” tegas Rudi.

Sebelumnya, isu mengenai kondisi NHM sudah mencuat sejak masa transisi dari Newcrest ke kepemilikan baru. Berbagai spekulasi mengenai pengurangan tenaga kerja hingga potensi pascatambang telah menjadi perhatian, yang berdampak pada tekanan psikologis bagi para pekerja.

Keputusan Newcrest untuk tidak memperpanjang Izin Usaha Pertambangan (IUP) menimbulkan tanda tanya besar. Mengingat Newcrest adalah perusahaan dengan pengalaman luas dan modal besar, keputusan mereka untuk tidak melanjutkan operasional tambang NHM tentu patut dikaji lebih dalam.

Di tengah ketidakpastian ini, Haji Robert menjadi satu-satunya pihak yang berani mengambil risiko besar dengan melanjutkan operasional NHM. Meskipun menghadapi tantangan berat, ia tetap berkomitmen untuk mempertahankan tambang ini.

Karena itu, diperlukan pemahaman dan keikhlasan dari semua pihak yang selama ini menggantungkan hidup dari NHM agar bisa bersama-sama mendukung upaya pemulihan perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *