DPR Apresiasi Polri Berantas Ribuan Kasus Premanisme: Bentuk Nyata Kehadiran Negara

Berita Informasi428 Dilihat

Jakarta, jendelamalut.com – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Soedeson Tandra, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Polri dalam memberantas premanisme di Indonesia. Ia menyebut keberhasilan penindakan terhadap 3.326 kasus premanisme melalui Operasi Kepolisian Kewilayahan sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga keamanan masyarakat.

“Sejak operasi dimulai pada 1 Mei 2025, Polri telah menangani ribuan kasus premanisme di berbagai wilayah. Ini merupakan bentuk nyata dan tegas dari negara untuk menciptakan rasa aman,” ujar Tandra pada Sabtu (10/5/2025).

Tandra juga menyoroti kepemimpinan tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam merespons keresahan publik. Menurutnya, tindakan premanisme harus diberantas hingga ke akar karena sangat meresahkan dan mengganggu ketertiban umum.

“Kapolri telah menunjukkan sikap yang cepat dan responsif. Ini adalah langkah penting dalam menjaga stabilitas keamanan nasional,” katanya.

Selain isu premanisme, Tandra turut mengapresiasi keberhasilan Polri dalam sejumlah pengungkapan kasus besar, termasuk penggagalan penyelundupan 71 kg narkotika jenis sabu di Jambi pada awal Mei 2025, serta kinerja Desk Pemberantasan Judi Online yang telah menangani 1.271 kasus sejak pembentukannya pada 4 November 2024.

“Bahkan, dalam kasus terbaru, polisi berhasil menyita dana sebesar Rp530 miliar dari ribuan rekening yang terafiliasi judi online. Ini adalah pencapaian luar biasa,” ucapnya.

Tandra juga menyinggung pengungkapan kasus perdagangan ilegal 494,4 ton sianida yang diimpor menggunakan perusahaan fiktif dari China, dengan omzet mencapai Rp59 miliar. Ia menilai ini sebagai bentuk kesigapan Polri dalam menanggulangi kejahatan lintas negara.

“Keberhasilan ini membuktikan bahwa Polri bukan hanya bergerak dalam penegakan hukum biasa, tapi juga turut melindungi rakyat dari dampak kejahatan transnasional,” tegasnya.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho menegaskan bahwa Operasi Kepolisian Kewilayahan merupakan upaya konkret Polri untuk menumpas praktik premanisme yang mengganggu ketertiban dan iklim investasi nasional.

“Premanisme bukan hanya meresahkan, tapi juga menghambat pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, operasi ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” jelas Irjen Sandi.

Polri menegaskan akan terus memperkuat langkah-langkah penegakan hukum secara menyeluruh demi keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *