Wakil Gubernur Maluku Utara Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Tegaskan Komitmen Menjadikan Pancasila Jiwa Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Informasi176 Dilihat

Sofifi, jendelamalut.com – Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, memimpin secara langsung Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Gubernur Maluku Utara, Sofifi, pada Senin (2/6/2025). Dalam upacara tersebut, Sarbin bertindak sebagai inspektur upacara dan menyampaikan pesan penting tentang peran Pancasila sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bertindak sebagai komandan upacara adalah Kepala Biro Pemerintahan, sementara perwira upacara dijabat oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Upacara diawali dengan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila oleh inspektur upacara, dan Pembukaan UUD 1945 oleh perwakilan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dalam amanatnya, Sarbin Sehe membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang menekankan pentingnya seluruh elemen masyarakat untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai luhur Pancasila.

“Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peringatan historis, tetapi momentum untuk menegaskan kembali bahwa Pancasila adalah denyut nadi setiap kebijakan, setiap langkah pembangunan, dan setiap ruang kehidupan bangsa,” tegas Sarbin.

Sarbin menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah, tetapi merupakan jiwa bangsa, yang menjadi bintang penuntun dalam perjalanan menuju cita-cita kemerdekaan: negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

“Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Ia menyatukan lebih dari 270 juta jiwa dari berbagai suku, agama, budaya, dan bahasa. Dalam Pancasila, kebinekaan menjadi kekuatan, bukan kelemahan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pentingnya implementasi Asta Cita, delapan agenda prioritas nasional menuju Indonesia Emas 2045, yang di antaranya mencakup penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia. Menurut Sarbin, tantangan terhadap nilai-nilai Pancasila semakin kompleks di era globalisasi dan digitalisasi saat ini.

“Kita menghadapi meningkatnya ancaman radikalisme, ekstremisme, intoleransi, dan disinformasi. Ini menjadi alarm bagi kita semua untuk merespons dengan penguatan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan, birokrasi, ekonomi, dan ruang digital,” katanya.

Lebih jauh, Wakil Gubernur Malut itu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar slogan yang berhenti di spanduk atau seremonial belaka.

“Jadikan Pancasila bukan hanya semboyan, tetapi jiwa dalam setiap denyut nadi pembangunan. Mari kita jaga, amalkan, dan hidupkan nilai-nilai luhur ini untuk Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berkeadaban,” tutup Sarbin Sehe.

Upacara ini turut dihadiri oleh para pejabat eselon, ASN, TNI/Polri, serta tokoh masyarakat dan pelajar sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap warisan ideologis bangsa yang abadi. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *