Ternate – Jendela Malut.com– Dua puluh enam tahun sudah Maluku Utara berdiri sebagai provinsi yang lahir dari semangat masyarakatnya untuk mandiri dan berkembang. Sejak diresmikan pada 12 Oktober 1999, daerah ini terus menapaki perjalanan panjang menuju kemajuan dan kesejahteraan.
Dengan mengusung semangat “Membangun Malut dengan Hati, Inovasi, dan Kolaborasi”, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk membangun daerah secara inklusif dan berkelanjutan. Selama dua dekade lebih, pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus utama dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah.
Provinsi yang dikenal sebagai Bualava Kie Raha ini memiliki potensi besar di sektor kelautan, pertambangan, dan pariwisata. Namun, tantangan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas yang harus dijawab dengan strategi inovatif dan kolaboratif.
Momentum HUT ke-26 ini diharapkan menjadi titik balik untuk menyalakan semangat baru di seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah dan masyarakat Maluku Utara diimbau untuk terus menjaga persatuan serta melestarikan kearifan lokal sebagai modal sosial dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Maluku Utara bukan hanya tentang sejarah kerajaan dan rempah-rempah, tetapi juga tentang semangat baru membangun masa depan yang modern dan berkarakter,” ujar salah satu tokoh masyarakat di Ternate.






