Rupiah Menguat, Dampak Positif dan Negatif Bagi UMKM Indonesi

Berita, Nasional204 Dilihat

Jendelamalut.com – Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah mencapai 0,10 persen atau sebesar 17 poin menjadi Rp15.765 per dolar AS. Peningkatan ini dipicu oleh kenaikan inflasi di Tiongkok yang memicu kenaikan mata uang di beberapa negara mitra dagangnya, termasuk Indonesia.

“Menurut sumber terpercaya yang di lansir oleh media ini menggatakan, “Dampak dari penguatan rupiah ini memiliki dua sisi, yaitu positif dan negatif, bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Dengan rupiah yang menguat, biaya impor bahan baku dan barang dari luar negeri menjadi lebih murah. Hal ini menguntungkan UMKM yang bergantung pada bahan baku impor.

Penurunan biaya impor menyebabkan harga barang yang diimpor menjadi turun, sehingga meningkatkan daya beli masyarakat.

Bisnis UMKM yang memiliki utang dalam bentuk dolar AS atau mata uang asing lainnya bisa membayar cicilan utang dengan biaya lebih rendah.

Penguatan rupiah bisa mengurangi daya saing produk UMKM di pasar internasional karena harga produk dalam dolar menjadi lebih mahal.

Rupiah menguat juga dapat mengurangi pendapatan dalam rupiah bagi bisnis UMKM yang mendapatkan penghasilan dari mata uang asing.

Dengan menguatnya rupiah, destinasi di Indonesia bisa terasa lebih mahal bagi wisatawan asing, sehingga berpotensi mengurangi pendapatan dari sektor pariwisata.

(Team red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *