jendelamalut.com
Satgas Ops Damai Cartenz 2025 dan Polres Yalimo menggelar rekonstruksi keterlibatan Nikson Matuan dalam peristiwa penembakan terhadap almarhum Brigpol Iqbal Anwar Arif di Kampung Hobakma, Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan. Rekonstruksi ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kejadian penembakan tersebut.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa rekonstruksi ini mencakup 19 adegan, mulai dari pelaku yang berjalan menuju pondok hingga saat Aske Mabel melepaskan tembakan ke arah korban. Setiap adegan diperagakan termasuk posisi pelaku, korban, dan saksi, serta barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.
Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani menjelaskan bahwa rekonstruksi ini sangat penting untuk mengungkap kejadian dan menentukan peran masing-masing pelaku. “Rekonstruksi ini sangat penting untuk mengungkap kejadian dan menentukan peran masing-masing pelaku,” ujarnya.
Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membantu aparat keamanan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). “Kami meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dan melaporkan jika mengetahui informasi yang mencurigakan,” katanya.
Rekonstruksi ini diharapkan dapat memberikan titik terang dalam kasus penembakan Brigpol Iqbal dan membawa pelaku ke pengadilan. Dengan demikian, keadilan dapat ditegakkan dan masyarakat dapat merasa aman dan nyaman.
Rekonstruksi ini juga menunjukkan bahwa aparat keamanan serius dalam menangani kasus penembakan Brigpol Iqbal dan berkomitmen untuk mengungkap kejadian tersebut. Dengan demikian, masyarakat dapat percaya bahwa aparat keamanan akan selalu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam kesempatan ini, aparat keamanan juga mengajak masyarakat untuk bekerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan demikian, keamanan dan ketertiban masyarakat dapat terjaga dengan baik.
Dengan demikian, rekonstruksi penembakan Brigpol Iqbal dapat menjadi langkah awal untuk mengungkap kejadian tersebut dan membawa pelaku ke pengadilan.










