Tumpukan Sampah di Tidore Kepulauan Mengganggu Aktivitas Belajar Anak-Anak di TK dan PAUD

Berita Informasi137 Dilihat

Oba Utara, jendelamalut.com – Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) RT 003, Desa Balisosa-Barumadoe, Kecamatan Oba Utara, Tidore Kepulauan, telah menjadi masalah serius yang mengganggu kenyamanan warga dan aktivitas belajar anak-anak di TK dan PAUD setempat.

Kepala Desa Balbar, Amir Abdullah, mengungkapkan bahwa warga telah lama mengeluhkan kondisi ini dan telah mengirimkan surat resmi sebanyak empat kali kepada Gubernur, DPRD Provinsi, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), namun hingga kini pengangkutan sampah masih belum maksimal.

Menurut Amir, alasan yang selalu disampaikan oleh pihak terkait adalah kekurangan BBM, yang menurutnya sangat mengherankan.

Tumpukan sampah yang semakin banyak menyebabkan bau menyengat, berdampak pada lingkungan sekitar, dan mengganggu aktivitas belajar anak-anak.

“Kami berharap dinas terkait segera turun tangan agar masalah ini bisa segera teratasi,” pungkasnya Pada Jurnalis Media Jendela Malut Pada Rabu (19/2/2025).

Kondisi tumpukan sampah ini telah menjadi perhatian serius bagi warga dan pemerintah setempat.

Pengangkutan sampah yang tidak maksimal telah menyebabkan masalah lingkungan yang serius dan mengganggu aktivitas belajar anak-anak.

Oleh karena itu, perlu adanya tindakan cepat dan efektif dari pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini.

Pemerintah setempat telah berupaya untuk menyelesaikan masalah ini dengan mengirimkan surat resmi kepada pihak terkait.

Namun, hingga kini belum ada tindakan yang signifikan untuk menyelesaikan masalah ini.

Oleh karena itu, perlu adanya tekanan dari masyarakat dan pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini.

Tumpukan sampah ini tidak hanya mengganggu aktivitas belajar anak-anak, tetapi juga berdampak pada lingkungan sekitar.

Bau menyengat yang dihasilkan oleh tumpukan sampah ini dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi warga sekitar.

Oleh karena itu, perlu adanya tindakan cepat dan efektif untuk menyelesaikan masalah ini.

Pemerintah setempat dan pihak terkait harus bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini.

Pengangkutan sampah yang tidak maksimal harus segera diatasi dengan menyediakan BBM yang cukup dan meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah.

Masyarakat juga harus berperan aktif dalam menyelesaikan masalah ini.

Mereka dapat membantu dengan memisahkan sampah organik dan non-organik, serta mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan.

Dalam jangka panjang, perlu adanya perencanaan yang lebih baik untuk mengelola sampah di Tidore Kepulauan.

Pemerintah setempat dan pihak terkait harus bekerja sama untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan efisien.

Dengan demikian, masalah tumpukan sampah di Tidore Kepulauan dapat segera teratasi, dan warga dapat menikmati lingkungan yang lebih sehat dan nyaman. (HS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *