Mahasiswa S2 Kriminologi UI Ikut Seleksi SIPSS Polri, Bertekad Ungkap Kasus Kriminal Sulit

Rabu, 26 Februari 2025

Berita Informasi472 Dilihat

Semarang, jendelamalut.com – Musyafa Rafdi, peraih Gold Medal Jianguo Chinese Taipei Taekwondo Championship 2022, kini tengah mengikuti seleksi Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Polri Tahun Anggaran 2025. Pemuda 23 tahun ini merupakan lulusan S1 Kriminologi FISIP Universitas Budi Luhur, Jakarta, dan saat ini melanjutkan studi S2 Kriminologi di Universitas Indonesia (UI).

“Berdasarkan Sumber terpercaya yang di Identifikasi Media ini Mengatakan, “Keinginannya untuk bergabung dengan Polri muncul sejak kuliah, terutama setelah banyak berinteraksi dengan teman-teman yang sudah menjadi anggota kepolisian.

“Di kelas S2, banyak teman saya yang sudah berpangkat Kompol, AKP, bahkan Iptu. Dari mereka, saya banyak mendengar pengalaman dalam mengungkap kasus kriminal. Hal itu semakin memotivasi saya untuk mendaftar di Polri agar bisa menerapkan ilmu yang saya pelajari,” ujar Rafdi saat ditemui di Gedung Werving Hoegeng, Kompleks Akademi Kepolisian (Akpol), Kota Semarang, Selasa (25/2/2025).

Atlet Taekwondo Berprestasi

Selain menekuni bidang akademik, Rafdi juga merupakan atlet taekwondo berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Beberapa pencapaiannya antara lain:

Gold Medal Friendship (Internasional) Ukraine Taekwondo Championship 2021

Gold Medal Bandung Internasional E-Poomsae Tournament 2021

Silver Medal Taekwondo Bharaduta Cup Polri (Nasional) 2021

Bronze Medal Piala Kemenpora RI – The Kick Indonesia Taekwondo Championship 2019

Meski aktif di dunia taekwondo, Rafdi lebih fokus pada kategori Poomsae (seni bela diri) dibandingkan fighting.

Beasiswa Sejak SMP

Rafdi juga dikenal sebagai mahasiswa berprestasi yang berhasil menempuh pendidikan dari SMP hingga kuliah S1 melalui jalur beasiswa. Beasiswa tersebut diperolehnya berkat raihan medali dalam berbagai kejuaraan taekwondo.

“Beasiswa ini tetap ada syaratnya, seperti batasan IPK dan raihan medali. Jika dalam satu semester saya tidak mendapatkan prestasi, maka biaya kuliah harus ditanggung sendiri,” jelas Rafdi.

Dengan kombinasi keahlian akademik di bidang kriminologi dan pengalaman sebagai atlet bela diri, Rafdi berharap dapat memberikan kontribusi nyata di Polri, khususnya dalam mengungkap kasus kriminal yang sulit. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *