Wali Kota Ternate Sampaikan Pidato Perdana, Paparkan Visi “Ternate Andalan Jilid II”

Berita Informasi180 Dilihat

Ternate, jendelamalut.com – Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menyampaikan pidato perdana bersama Wakil Wali Kota Nasri, menegaskan komitmennya untuk membangun Kota Ternate yang Mandiri dan Berkeadilan melalui visi “Ternate Andalan Jilid II”. Pidato tersebut disampaikan dalam rapat paripurna ketiga masa persidangan kedua di Gedung DPRD Kota Ternate, Selasa (4/3/2025).

Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Ternate, Rusdi A.IM, serta dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pimpinan OPD, lurah, dan camat.

Dalam pidatonya, Tauhid menggarisbawahi enam misi utama yang menjadi pedoman pembangunan Kota Ternate selama masa kepemimpinannya 2025-2030:

1. Ternate Berbudaya – Mengembangkan kelembagaan sosial berbasis tujuh nilai budaya Ternate (Kie Se Gam Magogugu Matiti Tomdi).

2. Ternate Berkembang – Meningkatkan kapasitas infrastruktur dasar dan strategis.

3. Ternate Berkualitas – Mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

4. Ternate Berkinerja – Memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

5. Ternate Bertumbuh – Menciptakan ekonomi masyarakat yang tangguh berbasis kepulauan.

6. Ternate Berkelanjutan – Mengelola sumber daya alam dan lingkungan secara lestari.

 

Tauhid menegaskan bahwa visi dan misi ini akan diterjemahkan ke dalam 18 program prioritas yang berfokus pada sektor-sektor strategis dan mendesak.

Program Prioritas 100 Hari Kerja

Dalam jangka pendek, Wali Kota menargetkan lima agenda utama yang akan menjadi fokus dalam 100 hari pertama:

1. Peningkatan tata kelola pemerintahan dan profesionalisme ASN.

2. Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

3. Peningkatan layanan publik di sektor pendidikan, kesehatan, serta pengelolaan sampah dan air bersih.

4. Pengendalian inflasi dan ketersediaan pangan.

5. Pengembangan UMKM, IKM, dan ekonomi kreatif.

 

Menurutnya, tata kelola pemerintahan yang baik harus berbasis transparansi dan digitalisasi. “Penerapan teknologi digital akan menjadi landasan dalam kebijakan, perencanaan pembangunan, serta pengelolaan keuangan dan pendapatan daerah,” ujarnya.

Selain itu, Wali Kota juga menyoroti pentingnya pengoptimalan PAD sebagai indikator kemandirian daerah. Pada 2024, PDRB Kota Ternate mencapai Rp15,21 triliun, meningkat 11,83 persen dari tahun sebelumnya.

Tantangan Kota Ternate: Sampah, Pendidikan, dan Kesehatan

Tauhid menegaskan bahwa tantangan utama yang harus segera ditangani adalah permasalahan pendidikan, kesehatan, pengelolaan sampah, dan penyediaan air bersih.

“Sampah menjadi fokus utama, dengan pendekatan partisipatif dari tingkat RT-RW, kelurahan, hingga kecamatan. Sementara itu, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan juga akan diperkuat melalui sinergi kebijakan pusat dan daerah,” tambahnya.

Untuk mendukung ketahanan pangan dan menekan inflasi yang pada 2024 mencapai 1,66 persen (turun dari 4,41 persen pada 2023), Pemkot Ternate akan memperkuat kerja sama dengan kabupaten/kota di Maluku Utara sebagai hinterland penyedia bahan baku dan komoditas unggulan.

Dengan berbagai program strategis ini, Wali Kota berharap dapat membawa Kota Ternate menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, dan berkeadilan. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *