Gubernur Suhardi Duka mengalokasikan dana Rp 16 miliar untuk peningkatan jalan Tabone-Nosu

Berita Informasi146 Dilihat

Mamuju Sulbar//jendalamalut.com – Pemprov Sulbar mengalokasikan dana Rp 16 milyar untuk peningkatan jalan Tabone-Nosu di Kecamatan Pana kabupaten Mamasa provinsi sulbar, saat

kegiatan HLM TPID Sulbar di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar.(13/3/2025)

Keputusan ini diambil setelah Bupati Mamasa Welem Sambolangi berkoordinasi dengan Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK). Namun alokasi anggaran tersebut memunculkan pertimbangan terkait efektivitas penggunaan dana.

Gubernur sulbar Suhardi duka menegaskan bahwa betonisasi hanya akan mencakup sekitar 3 kilometer jalan, sementara peningkatan jalan tanpa beton ( Hoxmis ) bisa menjangkau hingga 16 kilometer.

“Jalan Nosu kita alokasikan untuk 2025 Rp 16 milyar Tapi pilihan sebenarnya kalau dibeton hanya bisa panjang 3 kilometer ( km )Tidak menyelesaikan masalah.Lebih bagus peningkatan jalan bisa 16 kilometer ( Km ) dengan Aspal Hoxmis dengan PU saya perintahkan untuk peningkatan jalan”.ucapnya

Di tempat yang sama Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, menggambarkan kondisi jalan Tabone-Nosu yang saat ini sangat memprihatinkan dan berdampak pada perekonomian masyarakat. Ia berharap perbaikan jalan dapat meningkatkan mobilitas warga.

“Bahwa terkait dengan konstruksi, kita serahkan sepenuhnya kepada Dinas PU Sulbar untuk mendesain. Intinya, akses itu bisa mempermudah dan mempercepat masyarakat dalam beraktivitas.ungkapnya

Masih Welem ,mengapresiasi langkah Pemprov Sulbar dalam mengalokasikan anggaran tersebut. Menurutnya.meski jumlahnya masih terbatas ini adalah langkah awal untuk meningkatkan infrastruktur di daerahnya.

“Kita paham kondisi keuangan kita sangat terbatas, tapi dengan angka Rp 16 miliar ini bisa menjawab kebutuhan masyarakat. Kita berharap anggaran perubahan atau di APBD 2026 kembali bisa dianggarkan demi masyarakat”.tuturnya

Lanjut welem dengan anggaran 16 milyar masyarakat Mamasa berharap perbaikan jalan Tabone-Nosu segera terealisasi agar roda perekonomian daerah tidak lagi terhambat oleh buruknya akses transportasi.tutupnya ( Rdf )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *