Bareskrim Polri Gelar “Rise and Speak” Ngabuburit Bersama Santri di Bekasi

Berita Informasi137 Dilihat

Bekasi – Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dirtipid PPA PPO) Bareskrim Polri menggelar kegiatan “Rise and Speak” dalam rangka ngabuburit bersama santri di Pondok Pesantren Islam El Nur El Kassyaf, Bekasi, Rabu (19/3/2025). Acara ini bertujuan memberikan edukasi tentang perlindungan perempuan dan anak serta pencegahan kekerasan, termasuk ancaman perdagangan manusia di lingkungan pesantren.

Edukasi Perlindungan Perempuan dan Anak

Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan pondok pesantren, KH. Ahmad Kholid Dawam, Lc, M.Hum., dan Ummi Nyai Hj. Sari Damayanti, SE, ST, SH, MT, serta perwakilan Polres Kabupaten Bekasi, Kompol Endang Longla, dan Kapolsek Tambun Utara, Kompol Huriyanti. Sebanyak 1.300 santri dan santriwati dengan antusias mengikuti acara ini.

Dalam sambutannya, Kabag SDM Polres Metro Bekasi, Kompol Endang Longla, mengapresiasi antusiasme para santri dalam menyimak materi yang disampaikan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai wadah edukasi bagi santri tentang pentingnya perlindungan perempuan dan anak. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi para santri dan pengasuh pondok pesantren,” ujarnya.

Pesan Kepolisian: Waspadai Kekerasan dan Perdagangan Orang

Direktur Dirtipid PPA PPO Bareskrim Polri, Brigjen. Pol. Dr. Nurul Azizah, menegaskan pentingnya peran kepolisian dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta perdagangan manusia.

“Kami hadir untuk memastikan setiap individu, terutama kelompok rentan seperti perempuan dan anak, mendapatkan perlindungan maksimal. Rasulullah SAW juga mengajarkan kita untuk bersikap lembut dan saling menghormati,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubdit II Dirtipid PPA PPO Bareskrim Polri, KBP Ganis Setyaningrum, menekankan bahwa pendidikan moral dan mental sangat penting bagi generasi muda.

“Seorang pemimpin sukses lahir dari tantangan dan tekad yang besar. Kami berharap para santri dapat menjadi generasi yang bertanggung jawab dan berakhlak baik,” katanya.

Pesantren Berkomitmen Mencegah Kekerasan

Pimpinan Pondok Pesantren Islam El Nur El Kassyaf, KH. Ahmad Kholid Dawam, menegaskan komitmen pesantrennya dalam mencegah kekerasan dan memberikan pemahaman kepada santri tentang pentingnya berbicara jika mengalami perlakuan yang tidak pantas.

“Santri di sini, insya Allah, dididik untuk tidak melakukan kekerasan. Kami juga menanamkan keberanian untuk berbicara jika mengalami hal yang tidak pantas. Seperti sabda Rasulullah, orang yang memberi kasih sayang akan mendapatkan kasih sayang dari Tuhan,” tuturnya.

Waspada Modus Perdagangan Orang

Dalam kesempatan ini, Kanit 5 Subdit II Dittipid PPA PPO Bareskrim Polri, AKBP Ema, menjelaskan tiga jenis kekerasan terhadap anak, yaitu fisik, psikis, dan seksual.

“Santri harus bijak dalam menggunakan handphone. Jangan takut untuk melapor jika mengalami kekerasan, baik kepada guru maupun orang tua,” pesannya.

Brigjen. Pol. Nurul Azizah juga mengingatkan modus perdagangan manusia yang sering menargetkan anak muda dengan iming-iming pekerjaan di luar negeri.

“Jangan mudah tergiur dengan tawaran kerja di luar negeri yang menjanjikan gaji tinggi tanpa prosedur resmi. Pastikan untuk mengecek ke kementerian atau lembaga terkait agar tidak menjadi korban perdagangan manusia,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri semakin sadar akan pentingnya perlindungan diri, lebih waspada terhadap ancaman kekerasan dan perdagangan orang, serta mampu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *