Halsel – jendelamalut.com _ Warga Desa Marikapal mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait ketidaktransparanan penggunaan anggaran pemuda desa yang mencapai Rp10 juta per tahun oleh kepala desa Romi Safar menjadi indikasi kuat adanya dugaan korupsi. (06/04)
Pasalnya Kepala desa tidak transparan dalam tata kelola Keuangan termasuk Anggaran kepemudaan yang ahirnya membuat warga desa marikapal geram. Anggaran pemuda dari tahun 2019 sampai 2024 ini kepala desa tidak pernah transparan (terbuka) kepada masyarakat terkait kegunaan anggaran pemuda itu untuk apa.

Menurut laporan warga yang tidak mau disebutkan namanya, Ia menyampaikan bahwa Seharusnya anggaran kepemudaan ini sudah digunakan untuk kegiatan pemuda, namun hingga saat ini belum ada kegiatan yang di lakukan lantaran kepala desa Romi Safar tidak terbuka soal tata kelola keuangan di desa, Padahal anggaran ini seharusnya digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat bagi pemuda desa, seperti pembangunan lapangan sepak bola, membuat kegiatan di desa.
Lanjut, adanya indikasi kuat dugaan penyalahgunaan dana pemuda oleh kepala desa Romi Safar ini disebabkan mulai dari 2019 sampai 2024 kepala desa tidak pernah terbuka soal penggunaan dana pemuda untuk apa itu kades tidak sampaikan kepada masyarakat untuk diketahui.
“Warga dan pemuda desa sangat kecewa dengan ketidaktransparanan penggunaan anggaran ini. Mereka berharap agar Kepala Desa Marikapal dapat lebih terbuka dalam mengelola anggaran pemuda”
Untuk itu adanya penyimpanan yang terjadi Warga Desa Marikapal menuntut agar:
1. Kepala Desa Marikapal lebih transparan dalam mengelola anggaran pemuda.
2. Pemerintah Halmahera Selatan segera mengevaluasi kinerja Kepala Desa Marikapal.
3. BPMD (Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa) atau Inspektorat Halsel mengawasi penggunaan anggaran pemuda di Desa Marikapal.
Warga berharap agar pihak terkait diatas dapat melakukan evaluasi Kepala Desa agar anggaran pemuda dapat digunakan secara efektif dan efisien untuk kegiatan yang bermanfaat bagi pemuda desa.
Sekedar diketahui Kades Marikapal masih dalam upaya Konfirmasi.
(Achil)












