Miris…! Kantor Desa Mari Kapal Tidak Terurus

Berita Informasi610 Dilihat

Halsel – jendela malut – Kantor Desa .
Marikapal yang berdiri sejak tahun 2010 menjadi sorotan karena kondisi bangunan yang tidak terawat mulai dari awal periode menjabat kades sampai saat ini.(08/04)

Menurut laporan warga, kantor desa ini tidak mengalami perubahan signifikan dari tahun ke tahun bahkan perawatan seperti pengecatan dinding tembok tidak pernah dilakukan oleh pemerintah desa

Begitu pula terkait fasilitas kantor desa oleh warga diketahui bahwa fasilitas yang ada berupa 2 buah laptop, 1 mesin fotocopy, 1 mesin printer dan satu (1) Unit Wifi. tetapi fasilitas tersebut tidak dipergunakan untuk seluruh masyarakat, malahan di tahan oleh pak kades

Dan Juga Warga desa Marikapal yang sering mempertanyakan penggunaan anggaran desa sekitar Rp 600-700 juta/tahun bahkan mencapai Rp 1 miliar. Seharusnya Anggaran ini digunakan untuk pembangunan desa, termasuk salah satunya pembangunan Balai desa Sampai tak pernah ada perubahan

warga desa Marikapal juga melaporkan bahwa bantuan Langsung Tunai dan Non-tunai hanya diberikan kepada 13 orang, sedangkan dalam daftar penerima manfaat ada 16 orang yang menerima bantuan, sehingga sisa 3 orang lainnya belum menerima bantuan tersebut.

Laporan juga terkait Ketua BPD Desa Marikapal, Ia menyatakan bahwa BPD tidak pernah dilibatkan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa. Bahkan, laporan pembangunan desa tidak pernah disampaikan kepada BPD. Ketua BPD sangat merasa di abaikan oleh kepala Desa Marikapal, sehingga iya menyatakan bahwa janji pembangunan lapangan bola hanya sekedar janji semata, kepada pemuda desa, maka dengan pernyataan kepala desa Romi Safar telah merugikan masyarakat setempat

Warga desa Marikapal dan BPD meminta agar Inspektorat dan Kejaksaan segera mengutus tim investigasi untuk mengusut dugaan penyalahgunaan dana desa mulai dari tahun 2019 sampai 2024. Mereka juga meminta agar Kepala Desa Romi Safar memberikan laporan pertanggung jawaban yang transparan.

Informasi ini diperoleh dari laporan warga desa Marikapal dan wawancara dengan Ketua BPD Desa Marikapal bahwa Kantor Desa Marikapal yang tidak terawat dan penggunaan anggaran desa yang tidak transparan sehingga menjadi sorotan bagi warga

Sebagai bentuk penyalahgunaan keuangan negara maka BPD Serta Masyarakat Desa mari kapal meminta agar Inspektorat dan Kejaksaan segera mengirim tim investigasi untuk mengusut dugaan penyalahgunaan dana desa yang sampai saat ini.

Mito tahane

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *