100 Hari Kerja Sherly–Sarbin, Uang Komite di SMA/SMK/SLB Resmi Dihapus: Emak-Emak Maluku Utara Bersyukur

Berita Informasi202 Dilihat

TERNATE, jendelamalut.com – Janji kampanye pasangan Sherly Tjoanda–Sarbin akhirnya dibuktikan hanya dalam 100 hari kerja. Salah satu kebijakan populis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama para orang tua atau “emak-emak”, yaitu penghapusan biaya iuran atau uang komite di tingkat SMA, SMK, dan SLB, kini resmi diterapkan.

Selama 11 tahun menjadi perwakilan rakyat di komisi yang membidangi pendidikan, salah satu keresahan yang paling sering didengar dari masyarakat adalah beban biaya komite yang cukup besar dan bervariasi, berkisar antara Rp150.000 hingga Rp250.000 per siswa setiap bulan. Beban ini kerap menjadi alasan anak-anak minder ke sekolah, bahkan hingga ada yang terpaksa putus sekolah. Tak sedikit pula yang mengalami kesulitan saat hendak melamar kerja karena ijazah mereka ditahan akibat tunggakan.

“Alhamdulillah, mama-mama sekarang bisa tersenyum lega. Janji kampanye kami bersama Sherly–Sarbin akhirnya benar-benar diwujudkan. Ini bukan sekadar retorika, tapi bukti nyata keberpihakan pada rakyat,” ungkap salah satu anggota dewan yang juga aktif dalam kampanye pasangan Sherly–Sarbin.

Ia menambahkan bahwa keputusan penghapusan uang komite ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan akses pendidikan yang inklusif dan merata bagi generasi muda di Maluku Utara.

Dengan kebijakan ini, diharapkan kualitas dan mutu pendidikan di tingkat SMA/SMK/SLB dapat terus ditingkatkan, tanpa harus membebani orang tua siswa. Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran yang cukup agar operasional sekolah tetap berjalan optimal.

“Semoga langkah ini menjadi awal dari berbagai perubahan besar lainnya demi masa depan pendidikan Maluku Utara,” tutupnya.

(Redaksi | Jendelamalut.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *