Jakarta, jendelamalut.com — Bank Indonesia (BI) menilai surplus neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2025 sebagai sinyal positif bagi ketahanan eksternal perekonomian nasional. Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam pernyataan resminya, Selasa (22/4/2025).
“Surplus neraca perdagangan ini memberikan fondasi yang kuat untuk menjaga stabilitas eksternal. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Ramdan.
Surplus tersebut terutama berasal dari neraca perdagangan nonmigas, yang mencatat surplus sebesar 6 miliar dolar AS pada Maret 2025. Hal ini didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas yang mencapai 21,80 miliar dolar AS.
Komoditas utama yang menopang kinerja ekspor nonmigas meliputi produk berbasis sumber daya alam seperti bijih logam, terak dan abu, serta nikel, serta produk manufaktur seperti besi dan baja, mesin, dan perlengkapan elektrik.
Dari sisi negara tujuan, ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan India masih menjadi kontributor terbesar terhadap surplus perdagangan.
Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas tercatat menurun menjadi 1,67 miliar dolar AS, seiring dengan laju impor migas yang lebih rendah dibandingkan dengan peningkatan ekspor migas pada periode yang sama.
Bank Indonesia menyatakan akan terus memantau perkembangan sektor eksternal dan menjaga koordinasi erat dengan pemangku kebijakan untuk memastikan keberlanjutan tren positif ini dalam jangka panjang.










