Gubernur Riau Resmikan Jembatan Duplikat Sei Masjid, Dorong Dumai Jadi Lokomotif Ekonomi Baru

Berita Informasi130 Dilihat

Dumai, jendelamalut.com — Gubernur Riau, Abdul Wahid, secara resmi meresmikan Jembatan Duplikat Sei Masjid yang terletak di Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Purnama, Kota Dumai, pada Senin (21/4/2025). Infrastruktur ini diharapkan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi dan konektivitas di salah satu kota pelabuhan utama Provinsi Riau.

Dalam sambutannya, Gubernur Wahid menegaskan peran strategis Kota Dumai sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Riau, menggantikan posisi Batam yang kini bukan lagi bagian dari provinsi tersebut.

“Dumai adalah lokomotif ekonomi Riau. Setelah Batam keluar, kita membutuhkan ikon baru, dan Dumai memiliki semua potensi itu,” tegas Wahid.

Ia menyoroti potensi besar Dumai di sektor industri, namun menekankan bahwa kemajuan tersebut hanya akan optimal jika didukung oleh infrastruktur yang memadai.

“Potensi industri Dumai luar biasa. Tapi tanpa infrastruktur yang baik, itu tidak akan berarti. Kehadiran jembatan ini menjadi pemicu agar roda ekonomi terus bergerak,” ujarnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya hilirisasi industri dan sistem logistik yang terintegrasi sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah. “Hilirisasi butuh konektivitas dan akses yang lancar agar investasi masuk dan tumbuh,” tambahnya.

Wali Kota Dumai, Paisal, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi terhadap pembangunan infrastruktur di Dumai. Ia menyatakan keyakinannya bahwa Dumai siap menjadi pusat industri baru di wilayah Sumatera.

“Kami optimis Dumai bisa menjadi lokomotif industri Riau, dengan dukungan penuh dari Gubernur dan DPRD Provinsi,” tutur Paisal.

Jembatan Duplikat Sei Masjid dibangun sebagai solusi untuk meningkatkan kapasitas lalu lintas dan memperlancar distribusi barang dan jasa di wilayah tersebut, yang menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi masyarakat Kota Dumai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *