Dibalik Kritikan, Gubernur Maluku Utara Tegaskan Kebersihan Kantor Bukan Gaya Hidup, Tapi Kebutuhan

Berita Informasi232 Dilihat

Ternate, 24 April 2025, jendelamalut.com — Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menjadi sorotan publik usai menerapkan kebijakan ketat terkait kebersihan dan kerapian lingkungan kerja di Kantor Gubernur. Namun kebijakan ini justru menuai komentar miring dari segelintir pihak yang menyebutnya sebagai bentuk “pencitraan” dan “gaya hidup berlebihan”.

Menanggapi kritik tersebut, M. Rizal Abd Rahman, seorang tokoh masyarakat Maluku Utara, menyampaikan pembelaan tajam dan argumentatif melalui tulisan opini berjudul “Menjawab Haters, Mengapa Kebersihan Kantor Bukan Sekadar Gaya Hidup.”

Dalam tulisannya, Rizal menekankan bahwa kebersihan bukanlah perkara estetika semata, melainkan bagian dari tanggung jawab etis dan profesional dalam dunia kerja. “Kebersihan adalah bagian dari etika kerja dan tanggung jawab bersama. Ia bukan sekadar tampilan fisik, melainkan juga berpengaruh besar pada kondisi psikologis dan semangat kerja pegawai,” tulisnya.

Rizal juga mengutip pernyataan Gubernur Sherly Laos yang mengatakan bahwa “ruang kerja yang kotor membuat kita sulit bernapas.” Menurutnya, ini adalah refleksi dari kondisi batin dan mental pegawai yang terganggu akibat lingkungan kerja yang tidak layak.

Ia menambahkan, sering kali upaya membenahi justru disalahartikan, karena masyarakat telah terlalu terbiasa hidup dalam ketidakteraturan. “Kita harus berhenti mencurigai setiap niat baik,” tulis Rizal, sembari menyerukan penghargaan terhadap langkah-langkah kecil yang berdampak besar dalam membangun budaya kerja yang profesional.

Kebijakan Gubernur Sherly Laos dianggap sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas pelayanan publik yang dimulai dari hal paling mendasar—meja kerja yang bersih dan hati yang bersih.


Kalau mau versi media sosial dari berita ini juga, tinggal bilang aja!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *