Gubernur Sherly Tjhoanda Laos Serius Tindaklanjuti Arahan Mendagri Terkait Pembangunan Bandara di Sofifi

Berita Informasi406 Dilihat

Ternate, jendelamalut.com – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjhoanda Laos, menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti arahan Menteri Dalam Negeri, M. Tito Karnavian, terkait urgensi pembangunan bandara di Ibu Kota Provinsi, Sofifi. Pernyataan itu disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2025 yang digelar di Bela Hotel, Ternate, Kamis (24/4/2025).

“Menurut Pak Mendagri, kalau ingin memajukan ibu kota, maka harus ada bandara. Ini menjadi pekerjaan rumah saya. Saya akan berkomunikasi intens dengan pemerintah pusat dan juga menjajaki kerja sama dengan pihak swasta untuk mewujudkan pembangunan bandara di Sofifi,” ujar Gubernur Sherly kepada awak media.

“Berdasarkan Sumber terpercaya yang di Identifikasi Media ini, “Pembangunan bandara dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat konektivitas di Sofifi, yang selama ini masih sangat tergantung pada jalur laut dari Kota Ternate. Gubernur Sherly menegaskan bahwa infrastruktur bandara tidak hanya penting sebagai fasilitas transportasi, tetapi juga sebagai simbol kemajuan dan keterhubungan sebuah wilayah.

“Bandara bukan sekadar infrastruktur, tetapi cerminan dari kesiapan daerah dalam menyambut investasi dan mobilitas masyarakat. Sofifi harus memilikinya,” tambahnya.

Rencana pembangunan bandara di kawasan Sofifi sebenarnya telah lama dibahas. Pada 15 September 2023, mantan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, telah meninjau langsung lokasi yang direncanakan sebagai Bandara Loleo, tepatnya di Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan.

Kala itu, Budi menyebut bahwa Bandara Loleo dirancang dengan panjang runway 2.400 meter dan lebar 45 meter, dan akan dibangun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Namun, salah satu tantangan utama yang masih dihadapi adalah proses pembebasan lahan milik warga.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara sendiri telah memulai proses pembebasan lahan dengan membeli 5 hektare lahan yang direncanakan untuk pembangunan runway pada tahap pertama.

Dengan dukungan lintas sektor dan kerja sama yang solid, Gubernur Sherly optimistis pembangunan bandara di Sofifi bisa segera terealisasi dan menjadi tonggak baru kemajuan Maluku Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *