Tingkat Pengangguran Terbuka di Maluku Utara Naik Jadi 4,26 Persen pada Februari 2025

Berita Informasi107 Dilihat

Ternate, jendelamalut.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat adanya peningkatan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2025. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), TPT tercatat sebesar 4,26 persen, naik dibandingkan Februari 2024 yang berada di angka 4,16 persen.

“Jika dibandingkan Februari 2024, TPT meningkat 0,10 persen poin. Namun jika dibandingkan Februari 2023 yang mencapai 4,60 persen, angka TPT tahun ini justru mengalami penurunan,” ujar Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Simon Sapari dalam konferensi pers, Senin (5/5/2025).

“Berdasarkan Sumber terpercaya yang di Identifikasi Media ini, “Dari segi jenis kelamin, TPT pada laki-laki tercatat sebesar 3,79 persen, lebih rendah dibandingkan perempuan yang mencapai 5,03 persen. Keduanya mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, masing-masing naik 0,09 dan 0,16 persen poin.

Dari kategori tempat tinggal, pengangguran di daerah perkotaan sebesar 3,79 persen, sedangkan di wilayah perdesaan lebih tinggi, yakni mencapai 4,46 persen. Kedua wilayah juga menunjukkan tren kenaikan dibandingkan Februari 2024, dengan peningkatan masing-masing 0,13 dan 0,11 persen poin.

Simon juga memaparkan bahwa berdasarkan tingkat pendidikan, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi angka pengangguran tertinggi, yakni sebesar 10,75 persen. Sementara TPT terendah terdapat pada kelompok pendidikan SD ke bawah, yaitu sebesar 2,03 persen.

“Penurunan TPT terjadi pada tiga kelompok tingkat pendidikan, dengan penurunan tertinggi pada lulusan Diploma I/II/III yang turun sebesar 3,54 persen poin. Namun, lulusan SMP justru mengalami kenaikan TPT paling signifikan, yaitu 0,47 persen poin,” jelasnya.

BPS berharap data ini dapat menjadi referensi penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan, terutama dalam hal peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan kerja. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *