Waspada Katarak: Gaya Hidup dan Penyakit Kronis Jadi Pemicu Utama

Berita Informasi129 Dilihat

Ternate, 5 Mei 2025, jendelamalut.com  – Katarak merupakan salah satu penyebab gangguan penglihatan terbanyak di dunia, terutama pada usia lanjut. Meski kerap dianggap sebagai bagian dari proses penuaan, faktanya banyak faktor lain yang mempercepat munculnya katarak, seperti gaya hidup, penyakit kronis, hingga faktor genetik.

Katarak terjadi saat lensa mata menjadi keruh dan menghalangi cahaya masuk ke retina. Akibatnya, penglihatan menjadi kabur atau buram seperti melihat melalui kaca berembun. Kondisi ini bisa menyerang satu atau kedua mata dan berkembang secara perlahan.

Gaya Hidup Tak Sehat Jadi Pemicu
Beberapa kebiasaan yang terbukti meningkatkan risiko katarak antara lain paparan sinar ultraviolet (UV) tanpa pelindung, merokok, konsumsi alkohol berlebihan, pola makan rendah antioksidan, serta kurang tidur. “Radikal bebas dari rokok dan kekurangan nutrisi seperti vitamin C dan E mempercepat kerusakan lensa,” ujar seorang dokter mata di Ternate.

Penyakit Kronis Percepat Kerusakan Lensa
Diabetes mellitus menjadi salah satu pemicu utama katarak, terutama jika kadar gula darah tidak terkontrol. Penyakit lain seperti hipertensi, obesitas, hingga penggunaan obat kortikosteroid untuk lupus atau arthritis juga turut berperan. Bahkan cedera mata atau operasi sebelumnya bisa memicu katarak traumatik.

Faktor Usia dan Genetik Tak Bisa Diabaikan
Usia di atas 60 tahun menjadi faktor risiko utama, disusul riwayat keluarga dengan katarak. Penelitian juga menunjukkan bahwa perempuan dan etnis tertentu lebih rentan terhadap jenis katarak tertentu.

Risiko Lain yang Sering Terlupakan
Paparan radiasi, penggunaan obat-obatan tertentu, hingga kebiasaan memakai lensa kontak secara tidak higienis juga berpotensi merusak lensa mata.

Cegah dengan Gaya Hidup Sehat
Meski tidak semua faktor bisa dihindari, banyak langkah pencegahan yang dapat dilakukan: memakai kacamata pelindung UV, berhenti merokok, konsumsi makanan bergizi tinggi antioksidan, serta rutin memeriksakan mata terutama bagi penderita diabetes atau hipertensi.

Kapan Harus Periksa Mata?
Jika mulai merasakan pandangan kabur, silau berlebihan, atau sering ganti kacamata, sebaiknya segera periksa ke dokter mata. Penanganan sejak dini dapat mencegah gangguan penglihatan yang lebih serius.

Kesimpulan
Katarak bukan hanya masalah usia, tapi gabungan dari berbagai faktor yang bisa dikelola sejak dini. Gaya hidup sehat, deteksi dini, dan pengelolaan penyakit menjadi kunci menjaga penglihatan tetap jernih hingga lanjut usia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *