Banjir Parah Kembali Landa Kepulauan Sula, Warga Tiga Desa Terdampak Tanpa Bantuan dari Pemda pembangunan infrastruktur penahan banjir (Bronjong) yang layak.

Berita Informasi222 Dilihat

Kepulauan Sula, jendelamalut.com – Bencana banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Sula, Pada Waktu Jam 02.00 Wit, Provinsi Maluku Utara, pada Sabtu pagi, 10 Mei 2025. Tiga desa terdampak paling parah, yakni Desa Fogi, Waihama, dan Umaloya, kini dalam kondisi memprihatinkan setelah diguyur hujan lebat selama dua hari berturut-turut. Air meluap dari saluran sungai kecil dan merendam rumah-rumah warga, lahan pertanian, hingga fasilitas umum.

Banjir kali ini disebut sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah warga harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi tanpa adanya tempat penampungan resmi atau bantuan dari pemerintah daerah. Hingga berita ini disampaikan, belum ada satu pun bantuan tanggap darurat yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula kepada warga terdampak.

Menurut pantauan tim di lapangan, selain faktor curah hujan tinggi, tidak adanya pembangunan Bronjong penahan banjir yang memadai menjadi penyebab utama bencana ini terus berulang setiap tahun. Sejak beberapa tahun terakhir, keluhan masyarakat mengenai pentingnya pembangunan Bronjong pengaman tidak mendapat perhatian serius dari pihak Pemda Kabupaten Kepulauan Sula.

“Saya “Anton” tinggal di Fogi sejak kecil, dan setiap musim hujan kami pasti kebanjiran. Tapi kali ini paling parah. Rumah saya dan tetangga sudah terendam hampir setengah meter. Kami sudah capek minta Pemda bangun Bronjong, tapi tidak pernah digubris,” keluh Pak Haji Amir, salah satu warga terdampak.

Kritik tajam pun datang dari tokoh masyarakat dan aktivis lingkungan setempat yang menilai Pemda gagal melakukan mitigasi bencana secara berkelanjutan. Mereka mendesak agar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula segera turun tangan, mengirim bantuan, dan memprioritaskan pembangunan infrastruktur penahan banjir yang layak.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Bupati, maupun dari BPBD Kabupaten Kepulauan Sula, terkait mengenai rencana penanganan banjir maupun bantuan kepada warga terdampak Banjir 3 Desa Setempat.

Masyarakat berharap ada perhatian serius dari pemerintah sebelum situasi ini menelan korban jiwa atau kerugian yang lebih besar di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *