Pekanbaru || jendelamalut.com – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Hanif Faisol Nurofiq, menginstruksikan Pemerintah Provinsi Riau untuk segera mengambil langkah-langkah mitigasi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Instruksi tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan jajaran Pemprov Riau dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) di Pekanbaru.
“Berdasarkan Sumber terpercaya yang di Identifikasi Media ini, “Hanif menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap areal konsesi perkebunan dan kehutanan yang dinilai sebagai wilayah paling rawan terjadi kebakaran. Ia juga meminta pemerintah daerah bersikap tegas terhadap perusahaan yang lalai atau terlibat dalam praktik yang memicu karhutla.
“Jika ditemukan pelanggaran atau indikasi pembiaran kebakaran, pemerintah daerah harus berani mengambil langkah represif,” tegas Hanif.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha untuk menekan potensi karhutla di wilayah Riau yang termasuk salah satu daerah rawan.
Sementara itu, Gubernur Riau Abdul Wahid menegaskan bahwa konsolidasi lintas sektor menjadi strategi utama dalam mencegah kebakaran. Ia menyoroti pentingnya peran dan tanggung jawab perusahaan dalam mengelola areal konsesinya secara profesional dan berkelanjutan.
“Perusahaan harus dikelola dengan baik, dengan sistem pengawasan dan mitigasi yang jelas. Jangan sampai mereka justru menjadi pemicu kebakaran,” ujar Wahid.
Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen memperkuat pengawasan lapangan, termasuk dengan dukungan teknologi dan partisipasi masyarakat, untuk memastikan musim kemarau tahun ini dapat dilalui tanpa bencana karhutla yang meluas.
(Red)











