Polisi Tertibkan 109 Bendera Ormas dan Tangkap Pelaku Pemalakan di Jakarta Pusat

Berita Informasi124 Dilihat

JAKARTA, jendelamalut.com – Sebanyak 109 bendera dan dua spanduk milik organisasi kemasyarakatan (ormas) ditertibkan oleh jajaran Polres Metro Jakarta Pusat dalam Operasi Brantas Jaya 2025. Penertiban atribut dilakukan serentak di delapan wilayah hukum Polsek pada Jumat (9/5/2025).

 

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan bahwa penurunan atribut dilakukan untuk menjaga ketertiban umum dan memastikan ruang publik bebas dari dominasi simbol-simbol kelompok tertentu.

“Penurunan atribut ormas ini adalah bentuk penegakan aturan. Tidak boleh ada pihak yang sewenang-wenang menguasai ruang publik dengan simbol-simbol kelompok,” tegas Kapolres saat dikonfirmasi, Minggu (11/5/2025).

Kecamatan Sawah Besar menjadi wilayah dengan jumlah atribut terbanyak yang ditertibkan, yaitu 32 bendera dari berbagai ormas.

Selain penertiban atribut, petugas juga berhasil mengungkap praktik premanisme berupa pemalakan terhadap sopir mobil boks di kawasan Thamrin City, Tanah Abang. Dua pelaku, Sugiarto (39) dan Tio Pangestu (25), ditangkap usai memaksa korban membayar uang parkir liar sebesar Rp20 ribu dengan disertai ancaman.

“Kami tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi aksi premanisme. Setiap bentuk intimidasi di ruang publik akan kami tindak tegas,” ujar Susatyo.

Kedua pelaku kini mendekam di sel tahanan Polres Metro Jakarta Pusat dan dijerat Pasal 368 KUHP tentang pemerasan, dengan ancaman pidana maksimal sembilan tahun penjara.

Penertiban ini merupakan bagian dari Operasi Anti-Premanisme yang digelar Polda Metro Jaya sejak 9 Mei hingga 23 Mei 2025. Sebanyak 999 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari 306 anggota TNI AD, AL, dan AU; 663 personel Polri; serta 30 petugas dari Pemprov DKI Jakarta.

“Operasi ini bertujuan menciptakan rasa aman dan nyaman di wilayah ibu kota. Unsur intelijen juga kami libatkan untuk mendeteksi dan menindak pelaku premanisme secara cepat dan tepat,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto saat memimpin apel pasukan di Monas, Jakarta Pusat.

Operasi Brantas Jaya dan Anti-Premanisme menjadi bagian dari upaya terpadu dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat, sekaligus mengembalikan fungsi ruang publik yang aman dan inklusif bagi semua. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *