HALSEL, jendelamalut.com – Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan serta mendorong pembangunan berbasis potensi kelautan, Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, menyampaikan imbauan penting kepada seluruh masyarakat agar terus menjaga kelestarian laut. Imbauan ini disampaikan pada Rabu, 21 Mei 2025, sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan terhadap perlindungan sumber daya alam dan penguatan sektor agromaritim.
Dalam pernyataan resminya, Bupati Bassam menekankan bahwa laut bukan hanya aset ekonomi, tetapi juga warisan ekologi yang harus dijaga bersama. Dengan lebih dari 70 persen wilayah Halmahera Selatan berupa perairan, keberadaan laut yang bersih dan sehat sangat vital bagi kelangsungan hidup masyarakat, khususnya di wilayah pesisir yang mayoritas bergantung pada sektor perikanan dan kelautan.
> “Laut adalah anugerah besar yang Tuhan titipkan untuk kita jaga. Sebagai daerah dengan lebih dari 70 persen wilayah perairan, sudah seharusnya kita menjadi contoh dalam menjaga laut dari pencemaran, penangkapan ikan yang merusak, dan eksploitasi berlebihan,” ujar Bupati Bassam.
Ia menegaskan bahwa menjaga kelestarian laut tidak bisa hanya menjadi tugas pemerintah semata, melainkan memerlukan partisipasi aktif dan kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat. Kesadaran ini, menurutnya, harus dimulai dari hal-hal kecil seperti menjaga kebersihan pesisir, tidak membuang sampah ke laut, hingga tidak menggunakan alat tangkap ikan yang merusak lingkungan.
> “Kami mengajak masyarakat, khususnya para nelayan dan pelaku usaha kelautan, untuk terus menjaga kebersihan laut, tidak menggunakan alat tangkap merusak, serta ikut aktif dalam program pelestarian seperti penanaman mangrove dan pelestarian terumbu karang,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Bupati Bassam menyatakan bahwa imbauan ini juga sejalan dengan program unggulan daerah, yaitu Agromaritim, yang menempatkan laut dan hasil perikanan sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi Halmahera Selatan. Program ini bertujuan untuk mengelola potensi laut secara berkelanjutan, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus melestarikan ekosistem laut untuk generasi mendatang.
Pemerintah Daerah, tambahnya, akan terus memperkuat kebijakan dan pengawasan terhadap praktik-praktik yang merusak lingkungan laut, termasuk memperketat izin penangkapan ikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya ekosistem laut.
Imbauan Bupati ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan, termasuk tokoh masyarakat, aktivis lingkungan, dan kelompok nelayan. Mereka menyambut baik langkah pemerintah daerah yang proaktif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sebagai fondasi pembangunan daerah.
Dengan semangat kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, Halmahera Selatan diharapkan mampu menjadi model pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan di kawasan timur Indonesia.
(Biro Halsel/Utam Saputra)











