Sultan Bacan Serukan Transformasi Bisnis Bermartabat pada MUSCAB II HIPMI Halmahera Selatan: Wujudkan Pengusaha Muda yang Visioner, Berakhlak, dan Berdaya Saing untuk Membangun Ekonomi Daerah

Berita Informasi464 Dilihat

Halsel, jendelamalut.com – Dalam momentum penting Musyawarah Cabang (MUSCAB) II Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Halmahera Selatan yang digelar pada Kamis, 22 Mei 2025, Sultan Bacan Yang Mulia Sri Sultan Muhammad Irsyad Maulana Sjah menyampaikan sambutan penuh makna dan nasihat kebangsaan yang menggugah kesadaran kolektif para pengusaha muda akan arah baru dunia bisnis yang lebih bertanggung jawab, etis, dan berlandaskan nilai-nilai spiritual.

Acara yang berlangsung di Meeting Room Kie Besi ini dihadiri oleh para tokoh muda, pengusaha lokal, akademisi, serta perwakilan dari berbagai institusi pemerintahan dan sektor swasta. Dengan tema “Transformasi Pengusaha Muda Sebagai Pilar Ekonomi Daerah”, MUSCAB II HIPMI Halmahera Selatan masa bakti 2025–2028 diharapkan menjadi titik tolak baru dalam memperkuat peran generasi muda dalam membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan di wilayah Halmahera Selatan.

Dalam sambutannya, Sultan Bacan membuka dengan ajakan reflektif mengenai makna sejati dari berbisnis. Beliau menegaskan bahwa bisnis bukan sekadar tentang angka, keuntungan, dan pertumbuhan ekonomi semata, melainkan tentang kontribusi nyata terhadap kemaslahatan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan pemenuhan tanggung jawab spiritual kepada Tuhan.

Mengutip ayat suci Al-Qur’an dari surat Al-Jumu’ah ayat 9, Sultan menekankan pentingnya menempatkan nilai-nilai ketuhanan dan etika sebagai fondasi utama dalam setiap bentuk usaha dan perdagangan. Ia mengkritik keras praktik bisnis modern yang acap kali mengorbankan lingkungan dan tatanan sosial demi keuntungan jangka pendek. “Hari ini, dunia bisnis bukan sedang krisis uang, tapi krisis arah,” tegas beliau.

Lebih lanjut, Sultan mengajak HIPMI Halmahera Selatan untuk tampil sebagai pelopor gerakan bisnis yang tidak hanya mengejar profitabilitas, tetapi juga peduli pada keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial. Beliau menyerukan agar para pengusaha muda berani tampil beda dan tetap idealis di tengah arus zaman yang semakin pragmatis dan transaksional.

“Jangan takut berbeda. Jangan takut disebut idealis. Justru di zaman yang serba transaksional, idealisme adalah komoditas langka yang paling berharga,” ujar Sultan Bacan dalam salah satu bagian pidatonya yang disambut antusias oleh para peserta.

Sultan juga mengajak HIPMI untuk membangun kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, tokoh adat, pesantren, hingga komunitas lokal, guna menciptakan ekosistem bisnis yang sehat, inklusif, dan berdaya guna bagi seluruh elemen masyarakat Halmahera Selatan.

Di akhir sambutannya, Sultan Bacan menegaskan bahwa masa depan Halmahera Selatan yang kuat dan mandiri hanya dapat dicapai bila pelaku bisnisnya memiliki visi besar, hati yang bersih, dan akhlak yang luhur. Beliau berharap HIPMI HalSel dapat menjadi wajah baru dari dunia bisnis yang cerdas secara teknologi, kuat secara spiritual, dan kokoh secara sosial.

Acara MUSCAB II HIPMI Halmahera Selatan ini tidak hanya menjadi forum suksesi kepemimpinan organisasi, tetapi juga menjadi panggung renungan dan pembaruan visi bagi para pengusaha muda yang ingin menanamkan nilai-nilai keberlanjutan dalam setiap langkah bisnis mereka.

Dengan pesan mendalam dari Sultan Bacan, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong generasi muda Halmahera Selatan untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah, dengan semangat transformasi yang tidak hanya progresif secara ekonomi, tetapi juga tangguh secara moral dan spiritual.

(Biro Halsel/Utam Saputra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *