Polresta Malang Kota Gelar FGD “Mau Dipercaya Masyarakat, Pahami Harapannya” sebagai Upaya Transformasi Pelayanan Polri yang Presisi, Humanis, dan Adaptif di Era Digital

Berita Informasi113 Dilihat

Malang, 24 Mei 2025, jendelamalut.com – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik serta membangun kepercayaan masyarakat di tengah perkembangan era digital, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) bertema “Mau Dipercaya Masyarakat, Pahami Harapannya”. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 24 Mei 2025 pukul 09.15–12.30 WIB di Ballroom Sanika Satyawada, dengan diikuti oleh 150 personel dari jajaran Polresta Malang Kota dan seluruh Polsek di bawah naungannya.

FGD ini menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, yaitu akademisi, praktisi hukum, hingga perwakilan Dewan Pers, yang secara komprehensif membahas peran strategis Polri sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol. Nanang Haryono, S.H., S.I.K., M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa Polri harus bertransformasi menjadi problem solver yang presisi. “Di era digital, ekspektasi masyarakat terhadap institusi kepolisian semakin tinggi. Kita harus mampu memahami harapan mereka agar bisa hadir secara relevan dan responsif. Dengan begitu, kita akan lebih dipercaya dan dihargai,” ujarnya.

Ia juga mendorong seluruh personel untuk mengimplementasikan hasil diskusi ke dalam praktik pelayanan sehari-hari. “Problem solving harus menjadi bagian dari budaya kerja. Profesionalisme harus diiringi dengan empati dan pendekatan humanis,” tambahnya.

Salah satu pembicara, Drs. Totok Suryanto, M.M., Wakil Ketua Dewan Pers RI, menggarisbawahi pentingnya komunikasi publik yang efektif dan bersahabat. “Polri dan pers pada dasarnya bekerja untuk kepentingan publik. Di era digital ini, masyarakat memiliki peran sebagai ‘jurnalis warga’ yang kritis dan vokal. Oleh karena itu, personel Polri perlu mengedepankan kesantunan dan keterbukaan dalam setiap interaksi,” jelas Totok.

Ia juga menekankan pentingnya menghilangkan kesan arogansi dalam pelayanan. “Senyum, sapaan ramah, dan komunikasi yang menarik bisa jadi kunci keberhasilan Polri membangun citra positif,” tuturnya.

Sementara itu, Prof. Nur Basuki Minarso, S.H., M.Hum., Guru Besar Hukum Pidana Universitas Airlangga, menyoroti pentingnya netralitas, integritas, serta penguasaan teknologi informasi. “Profesionalisme kepolisian sangat bergantung pada sikap netral dalam penanganan kasus dan pemanfaatan teknologi untuk transparansi. Langkah Polri aktif di media sosial adalah contoh yang patut diapresiasi dalam upaya membangun kepercayaan publik,” katanya.

Dr. Maradona, S.H., LL.M., Wakil Dekan III Fakultas Hukum Universitas Airlangga, menambahkan bahwa fungsi preventif kepolisian perlu diperkuat. “Keberhasilan Polri bukan hanya diukur dari jumlah kasus yang berhasil ditangani, tetapi dari seberapa efektif upaya mereka dalam mencegah kejahatan sebelum terjadi. Ini hanya bisa tercapai melalui kolaborasi dengan masyarakat,” tegasnya.

FGD ini menjadi momentum penting bagi Polresta Malang Kota untuk menyatukan visi menuju institusi yang lebih adaptif, humanis, dan digital-friendly. Melalui forum ini, muncul komitmen bersama untuk meningkatkan pelayanan yang santun, profesional, dan proporsional. Kapolresta berharap kegiatan ini mampu mendorong personel Polri menjadi solusi atas permasalahan masyarakat serta menjawab tantangan institusi di era yang serba cepat dan individualistik. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *