Gubernur Maluku Utara Bersama Sekjen Kementerian Sosial Tinjau Lokasi dan Calon Siswa Sekolah Rakyat di Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan sebagai Bagian dari Program Prioritas Presiden

Berita Informasi165 Dilihat

Oba Utara, Tidore Kepulauan, jendelamalut.com – Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Republik Indonesia, melakukan kunjungan kerja ke wilayah Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, dalam rangka meninjau langsung lokasi dan calon siswa Sekolah Rakyat yang akan dibuka di Desa Kaiyasa dan Desa Ampera. Kunjungan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan program prioritas nasional di bawah arahan Presiden Republik Indonesia. (26/5)

Dalam kegiatan yang berlangsung penuh semangat tersebut, Gubernur Sherly menyampaikan bahwa pendirian Sekolah Rakyat di dua desa tersebut merupakan upaya strategis untuk memberikan akses pendidikan yang lebih inklusif dan merata, terutama bagi masyarakat yang berada di daerah terpencil dan kurang terlayani oleh sistem pendidikan formal.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Maluku Utara memiliki hak dan akses yang setara untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata dari komitmen kami untuk membangun dari pinggiran, sesuai dengan Nawacita Presiden,” ujar Gubernur Sherly di sela-sela kunjungannya.

Sekjen Kemensos juga menegaskan bahwa Kementerian Sosial RI sangat mendukung langkah Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam memprioritaskan pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, Sekolah Rakyat adalah bagian dari program nasional untuk meningkatkan kesejahteraan sosial melalui pendidikan berbasis masyarakat.

“Ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab Kemendikbud, tapi tanggung jawab semua pihak, termasuk Kementerian Sosial. Kita harus hadir untuk mereka yang berada di daerah-daerah yang belum terjangkau,” ujar Sekjen Kemensos.

Dalam kunjungan tersebut, para pejabat juga berdialog langsung dengan warga, calon siswa, dan tokoh masyarakat setempat guna mendengarkan aspirasi dan kebutuhan riil masyarakat terkait penyelenggaraan pendidikan. Diharapkan, Sekolah Rakyat ini nantinya tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan peninjauan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, aparat desa, tokoh adat, serta perwakilan organisasi sosial setempat. Antusiasme masyarakat terlihat jelas dengan banyaknya warga yang hadir untuk menyambut rombongan pemerintah.

Program Sekolah Rakyat di Maluku Utara ini merupakan salah satu bentuk implementasi dari arahan Presiden RI untuk mempercepat pembangunan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat melalui pendidikan dan pemberdayaan.

Dengan terlaksananya kunjungan ini, diharapkan langkah awal menuju pengoperasian Sekolah Rakyat di Desa Kaiyasa dan Ampera dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif bagi masa depan generasi muda di wilayah tersebut. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *