Gubernur Maluku Utara Lantik Sashabila Widya Mus dan La Ode Yasir sebagai Bupati-Wakil Bupati Pulau Taliabu 2025–2030: Ajak Jalankan Amanah Rakyat Pasca PSU dan Gugatan MK, Fokus pada Pendidikan dan Layanan Kesehatan

Berita Informasi117 Dilihat

Sofifi, 26 Mei 2025, jendelamalut.com— Dalam sebuah prosesi khidmat yang berlangsung di Aula Nuku, Kantor Gubernur Maluku Utara, Gubernur Sherly Tjoanda secara resmi melantik Sashabila Widya Mus dan La Ode Yasir sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pulau Taliabu periode 2025–2030, Senin (26/5/2025). Pelantikan ini menandai awal baru bagi kepemimpinan daerah setelah melewati proses pemilu yang dinamis dan penuh tantangan.

“Berdasarkan Sumber terpercaya yang di Identifikasi Media ini, “Pelantikan didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-2293 Tahun 2025. Acara tersebut turut dihadiri oleh Forkopimda Provinsi Maluku Utara, Forkopimda Kabupaten Pulau Taliabu, tokoh masyarakat, serta keluarga besar dari pasangan kepala daerah yang baru dilantik.

Dalam pidato pelantikannya, Gubernur Sherly Tjoanda menegaskan bahwa proses pengangkatan tersebut dilakukan atas nama Presiden Republik Indonesia, menandakan pentingnya legitimasi konstitusional dalam pergantian kepemimpinan daerah.

“Dengan ini, saya atas nama Presiden Republik Indonesia secara resmi melantik Saudari Sashabila Widya Mus sebagai Bupati dan Saudara La Ode Yasir sebagai Wakil Bupati Pulau Taliabu,” ucap Sherly dengan penuh khidmat.

Pemimpin Baru, Harapan Baru

Usai pelantikan, Gubernur memberikan arahan langsung kepada pasangan kepala daerah. Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa kepemimpinan Sashabila dan La Ode Yasir akan membawa arah baru pembangunan di Pulau Taliabu, terutama dalam mewujudkan pemerintahan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.

“Saya percaya Saudara berdua akan menjalankan tugas ini dengan sepenuh hati, penuh dedikasi, dan mematuhi aturan hukum yang berlaku,” ujar Sherly.

Gubernur juga menyinggung proses panjang dan penuh perjuangan yang dilalui pasangan ini, termasuk pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan dua kali gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Menurutnya, seluruh dinamika itu adalah bagian dari demokrasi yang sehat.

“Saya ucapkan selamat kepada Sasha dan Pak La Ode. Ini bukan kemenangan biasa. Proses yang kalian lewati adalah cermin ketangguhan dalam demokrasi. Seperti pesan dari Presiden terpilih, Pak Prabowo: yang menang harus merangkul yang kalah, dan yang kalah harus mendukung yang menang. Kita semua bersatu di bawah semangat Bhinneka Tunggal Ika,” tegas Gubernur.

Prioritas Pendidikan, Kesehatan, dan Kepesertaan BPJS

Sherly Tjoanda juga menyampaikan beberapa program prioritas Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang perlu disinergikan dengan pemerintah kabupaten. Ia menekankan pentingnya fokus pada sektor pendidikan dan kesehatan, terutama peningkatan kepesertaan aktif BPJS Kesehatan di Pulau Taliabu.

“Warga yang telah memiliki KTP harus terdaftar aktif sebagai peserta BPJS. Data kami menunjukkan bahwa keaktifan peserta di Taliabu masih di angka 60 persen. Ini harus menjadi perhatian serius,” imbaunya.

Amanah Rakyat Dimulai dari Hari Pertama

Menutup arahannya, Gubernur menegaskan bahwa jabatan Bupati dan Wakil Bupati bukan sekadar simbol kekuasaan, melainkan amanah rakyat yang menuntut integritas, kerja nyata, dan ketulusan sejak hari pertama menjabat.

“Jangan menunggu lima tahun untuk menunjukkan hasil. Mulailah bekerja sejak hari pertama. Wujudkan pelayanan publik yang adil dan merata, karena rakyat menaruh harapan besar pada kalian,” pungkasnya.

Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk membuka babak baru pembangunan di Kabupaten Pulau Taliabu, dengan semangat kolaboratif antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh warga. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *