Sekretaris Jenderal Kemensos Bersama Gubernur Maluku Utara Tinjau Langsung Pembangunan Sekolah Rakyat di Tiga Desa, Pastikan Program Pendidikan Inklusif untuk Keluarga Prasejahtera dan Anak Penyandang Disabilitas di Malut Siap Diluncurkan Tahun 2025

Ternate, 25 Mei 2025, jendelamalut.com — Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Republik Indonesia, Robben Rico, didampingi Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, melakukan kunjungan lapangan yang intensif ke beberapa titik pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah Maluku Utara pada Minggu (25/5/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan fisik lokasi sekaligus mendengar langsung aspirasi masyarakat terkait program pendidikan inklusif yang difokuskan pada keluarga prasejahtera dan anak berkebutuhan khusus.

Rombongan mengunjungi tiga lokasi utama pembangunan, yakni Desa Rioribati, Desa Akekolano, dan Desa Kusu. Selain itu, kunjungan juga menyentuh rumah calon siswa (Casis) di Desa Kayasa dan Desa Ampera untuk memberikan perhatian khusus kepada calon peserta didik dan keluarganya.

Di Desa Kayasa, perhatian khusus tertuju pada Bayu Nadhir, seorang calon siswa yang mendapat dukungan penuh dari rombongan. Sementara di Desa Ampera, rombongan bertemu dengan Juliarti Hamzah, seorang anak penyandang disabilitas pada bagian kaki yang menjadi simbol kuat dari semangat inklusivitas program Sekolah Rakyat.

Orang tua siswa menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas kehadiran program ini yang dianggap sebagai harapan baru bagi keluarga prasejahtera di daerah mereka. Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sherly Laos dan Kementerian Sosial atas perhatian tulus yang diberikan terhadap masa depan anak-anak mereka.

“Program Sekolah Rakyat ini sepenuhnya didanai oleh negara. Orang tua tidak perlu khawatir karena tersedia fasilitas pendukung lengkap seperti wali asrama, wali asuh, dokter, dan perawat,” jelas Robben Rico dalam dialog santai bersama warga setempat.

Robben juga menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk memutus rantai kemiskinan melalui penyediaan pendidikan berkualitas, inklusif, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah menyediakan lahan seluas delapan hektare di Desa Rioribati, Kecamatan Jailolo Selatan, Halmahera Barat, sebagai lokasi utama pembangunan Sekolah Rakyat. Tahap pertama pembangunan akan mencakup empat sekolah yang akan dibangun mulai Juni 2025, berlokasi di Ternate, Tobelo, dan dua sekolah di Sofifi.

Sekolah ini khusus diperuntukkan bagi masyarakat dari Desil 1 dan 2, sesuai data kesejahteraan nasional, sebagai upaya nyata pemerataan pendidikan bagi daerah-daerah tertinggal.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan di wilayah 3T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan).

“Kami sangat mengapresiasi kerja cepat jajaran Kementerian Sosial dalam mewujudkan Sekolah Rakyat. Program ini akan menjadi lompatan besar dalam mencetak generasi Maluku Utara yang cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global,” ujar Sherly Laos.

Rangkaian kunjungan dilanjutkan ke Gedung Institut Penerima Wajib Lapor (IPWL) milik Kementerian Sosial, yang akan difungsikan sebagai salah satu lokasi Sekolah Rakyat. Di sini, Robben Rico menegaskan bahwa semua fasilitas dasar seperti air bersih, listrik, dan akses internet akan disediakan secara menyeluruh oleh negara.

“Saya sudah perintahkan Kepala Biro Umum Kemensos untuk memastikan seluruh infrastruktur pendukung tersedia tepat waktu sesuai jadwal,” tambah Robben.

Kunjungan ditutup dengan peninjauan ke Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) di Desa Kusu, di mana rombongan memeriksa kesiapan kamar asrama dan fasilitas sanitasi, memastikan kenyamanan dan keamanan bagi calon siswa.

Dengan adanya program Sekolah Rakyat ini, diharapkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di Maluku Utara semakin meningkat. Program ini sekaligus menciptakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *