Tidore, jendelamalut.com — Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dikoordinir oleh Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Taher Husain, terus menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Iduladha. Hal ini ditunjukkan dengan partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual yang digelar melalui Zoom Meeting pada Senin (26/5/2025).
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian. Dalam arahannya, Mendagri mengingatkan seluruh kepala daerah dan TPID di seluruh Indonesia untuk terus waspada terhadap gejolak harga, terutama pada komoditas pangan strategis yang kerap mengalami lonjakan menjelang hari besar keagamaan.
“Saya meminta pemerintah daerah agar tidak hanya menunggu laporan, tetapi aktif melakukan intervensi di lapangan guna mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat,” ujar Mendagri Tito dalam arahannya.
Menanggapi arahan tersebut, Asisten Sekda Kota Tidore Kepulauan, Taher Husain, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan mingguan dari Dinas Perindagkop, terjadi tren penurunan pada beberapa komoditas yang sebelumnya mengalami lonjakan.
“Alhamdulillah, berdasarkan laporan minggu ketiga Mei 2025, Indeks Perkembangan Harga (IPH) menunjukkan penurunan. Harga cabai rawit dan cabai merah yang sebelumnya sempat menembus angka Rp100.000 per kilogram, kini telah turun menjadi Rp90.000 per kilogram,” ungkap Taher.
Ia juga menyebutkan bahwa harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya seperti daging ayam potong, telur ayam ras, dan bawang putih berada dalam kondisi stabil. Stabilitas ini dinilai sebagai hasil dari koordinasi intensif TPID dan pemantauan rutin terhadap stok dan distribusi barang kebutuhan pokok.
Dalam rangka mengantisipasi lonjakan harga menjelang Hari Raya Iduladha, TPID Kota Tidore Kepulauan akan melaksanakan pemantauan langsung di pasar-pasar tradisional pada Selasa (27/5/2025). Langkah ini dilakukan guna memastikan harga tetap terkendali dan pasokan bahan pokok tersedia cukup di masyarakat.
“Kami akan turun langsung untuk memastikan distribusi lancar dan tidak ada praktik penimbunan barang yang bisa memicu spekulasi harga. Pemerintah juga akan bekerja sama dengan stakeholder lainnya, termasuk distributor dan pelaku usaha, agar masyarakat dapat menjalankan Iduladha tanpa tekanan ekonomi,” tegas Taher.
Pemkot Tidore Kepulauan juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying dan tetap bijak dalam berbelanja, karena stok dan distribusi komoditas kebutuhan pokok saat ini masih dalam kondisi aman dan terkendali.
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah bersama TPID tidak hanya merespons kebijakan pusat, tetapi juga mengambil peran aktif dalam menjamin kestabilan ekonomi lokal yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Redaksi | jendelamalut.com










