Tidore, jendelamalut.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Tidore Kepulauan, Rahmawati Muhammad Sinen, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah yang berlangsung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Maluku Utara, pada Kamis, 29 Mei 2025.
Dalam sambutannya, Rahmawati menyampaikan pentingnya pengetahuan dan keterampilan dalam penyelenggaraan jenazah sebagai bagian dari fardu kifayah, yakni kewajiban kolektif umat Islam. Ia menegaskan bahwa apabila tidak ada satu pun individu dalam suatu komunitas yang mampu melaksanakan kewajiban tersebut, maka seluruh anggota komunitas akan menanggung dosa bersama.
“Kegiatan ini sangat penting karena menyangkut tanggung jawab sosial keagamaan yang tidak boleh diabaikan. Saya berharap para peserta mengikuti pelatihan ini secara serius, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dan disebarluaskan di lingkungan masing-masing,” ujar Rahmawati, yang juga merupakan istri dari Wali Kota Tidore Kepulauan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kesiapan teknis masyarakat, tetapi juga kesiapan mental dalam menghadapi peristiwa kematian di lingkungan sekitar. Rahmawati juga berharap para peserta dapat menjadi penggerak dalam memenuhi kewajiban keagamaan dengan benar dan tepat sesuai syariat.
Pelatihan ini diselenggarakan atas kerja sama Rumah Quran Raudhatul Izzah, TP PKK Kelurahan Mareku, dan Majelis Ta’lim Jam’ul Fawaid Kelurahan Mareku, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui dana hibah Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Tidore Kepulauan.
Ketua Panitia Pelaksana, Suciyati Sangaji, dalam laporannya menyebutkan bahwa pelatihan berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari berbagai lembaga sosial dan keagamaan, antara lain TP PKK Kelurahan Mareku, Majelis Ta’lim Jam’ul Fawaid, Rumah Quran Ashabul Jannah Mareku, serta Rumah Quran dari Kota Ternate.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan penuh dari pemerintah daerah. Harapan kami, para peserta dapat menjadi kader penyelenggara jenazah yang siap diterjunkan langsung ke tengah masyarakat,” tutur Suciyati.
Adapun materi pelatihan meliputi teori dan praktik menyeluruh, mulai dari proses memandikan jenazah, mengkafani, menyalatkan, hingga prosesi pemakaman, semuanya disampaikan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat melalui pendekatan nilai-nilai Islam yang aplikatif dan relevan di kehidupan sehari-hari. Red










