Tim Kantor Staf Presiden Kunjungi Ternate untuk Kawal Implementasi Inpres Pembentukan Koperasi Merah Putih: Serap Aspirasi Warga dan Pastikan Program Tepat Sasaran di Tiga Kelurahan Strategis

Berita Informasi206 Dilihat

Ternate, 26 Mei 2025, jendelamalut.com — Tim dari Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan kunjungan kerja ke Kota Ternate, Maluku Utara, pada Senin (26/5/2025), dalam rangka menindaklanjuti pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang pembentukan koperasi desa/kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih. Kunjungan ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat perekonomian rakyat berbasis komunitas dan mempercepat kemandirian ekonomi di tingkat akar rumput.

Di Kota Ternate, tim KSP memusatkan kegiatan pada tiga kelurahan strategis yang telah memulai inisiatif koperasi, yakni Kelurahan Dufa-Dufa, Kelurahan Marikurubu, dan Kelurahan Stadion. Dialog intensif bersama masyarakat dan pengurus koperasi menjadi agenda utama kunjungan ini.

Ketua Tim KSP, Anggit Prasidha, menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya bukan semata-mata untuk memantau, melainkan untuk mendengar secara langsung aspirasi dan tantangan yang dihadapi masyarakat di lapangan.

> “Kami datang bukan membawa laporan, tetapi membuka telinga dan hati untuk mendengar langsung kebutuhan serta kendala yang dirasakan masyarakat. Ini adalah perintah langsung Presiden Joko Widodo agar seluruh jajaran pemerintahan hadir dan bekerja nyata di tengah rakyat,” ujar Anggit saat berdialog di Koperasi Merah Putih Stadion.

 

Menurut Anggit, mayoritas koperasi Merah Putih yang telah terbentuk saat ini tengah berada pada fase konsolidasi kelembagaan dan penyusunan model bisnis. Ia menekankan pentingnya pengembangan usaha yang sesuai dengan potensi lokal dan kebutuhan nyata warga, agar koperasi dapat benar-benar menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang efektif.

> “Model bisnis koperasi harus relevan dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan anggota. Koperasi Merah Putih ini harus menjadi wadah kolektif yang kuat. Kalau BUMDes menjadi milik desa, maka koperasi ini adalah milik bersama warga kelurahan,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku Utara, Wa Zaharia, mengungkapkan bahwa hingga saat ini telah terbentuk sekitar 500 koperasi Merah Putih di seluruh wilayah provinsi. Jumlah tersebut mencakup hampir 50 persen dari total 1.067 desa dan 118 kelurahan di Maluku Utara, yang merupakan separuh dari target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat.

> “Alhamdulillah, pembentukan koperasi berjalan lancar. Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini tentu tidak lepas dari dorongan dan arahan langsung Gubernur Maluku Utara, yang terus memperkuat sinergi lintas kabupaten dan kota,” ujarnya.

 

Dari sisi akar rumput, Ketua Koperasi Merah Putih Stadion, Ramjan Abd Rahman, menegaskan pentingnya dukungan kolektif dari seluruh pemangku kepentingan lokal, mulai dari lurah dan camat hingga dinas teknis. Menurutnya, kunci keberhasilan koperasi tidak hanya pada dukungan kebijakan, tetapi juga pada kekompakan dan komitmen anggota.

> “Kami butuh sinergi nyata, bukan hanya dari atas, tapi juga dari dalam. Kalau seluruh anggota koperasi solid dan saling mendukung, koperasi ini bisa menjadi pilar gerakan ekonomi rakyat yang kuat dan berkelanjutan,” kata Ramjan.

Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi terbuka dan penyerapan aspirasi masyarakat, yang seluruhnya akan menjadi bahan laporan evaluasi untuk KSP dan kementerian/lembaga terkait di Jakarta. KSP berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan intensif di lapangan guna memastikan koperasi Merah Putih tumbuh sebagai kekuatan ekonomi baru berbasis gotong royong dan solidaritas warga. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *