Wakil Gubernur Maluku Utara Buka Rakor PBBKB Wilayah Timur Indonesia, Dorong Optimalisasi PAD dan Penguatan Fiskal Daerah Melalui Kolaborasi Strategis

Berita Informasi220 Dilihat

Ternate, jendelamalut.com – Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, secara resmi membuka Rapat Koordinasi dan Rekonsiliasi Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) se-wilayah timur Indonesia. Acara ini diselenggarakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Maluku Utara dan berlangsung di Ballroom Hotel Bela, Ternate, Selasa (27/5/2025).

Dalam sambutannya, Sarbin Sehe menekankan bahwa optimalisasi pendapatan dari sektor PBBKB merupakan salah satu pilar penting dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah. Terlebih bagi wilayah-wilayah di kawasan timur Indonesia yang menghadapi kompleksitas tantangan geografis, seperti daerah kepulauan, pegunungan, dan aksesibilitas infrastruktur yang masih terbatas.

“Kita harus mengakui bahwa pengelolaan pajak bahan bakar di wilayah timur tidaklah mudah. Karena itu, forum ini sangat strategis sebagai ruang kolaborasi antardaerah untuk menyusun langkah-langkah terukur dalam meningkatkan penerimaan asli daerah,” ujar Sarbin.

Ia juga menekankan bahwa PBBKB tidak hanya berfungsi sebagai sumber pendapatan, tetapi juga sebagai instrumen pendukung pembangunan sektor prioritas seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga layanan dasar masyarakat lainnya.

“Setiap rupiah dari pajak bahan bakar ini harus bisa kembali ke masyarakat dalam bentuk layanan yang lebih baik. Oleh karena itu, akurasi data dan proses rekonsiliasi yang konsisten dan tepat waktu menjadi sangat penting, agar tidak ada potensi fiskal daerah yang terabaikan,” tegasnya.

Sarbin turut memberikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara Bapenda dari berbagai provinsi di kawasan timur Indonesia serta PT Pertamina Patra Niaga Regional MOR VIII Papua-Maluku, yang selama ini dinilai aktif berkontribusi dalam memperkuat tata kelola PBBKB.

“Saya berharap kolaborasi yang dibangun melalui forum rakor ini tidak hanya berhenti sebagai acara seremonial, tetapi benar-benar melahirkan solusi konkret dan inovatif untuk meningkatkan efektivitas pemungutan PBBKB di daerah masing-masing,” tambahnya.

Rapat Koordinasi ini diikuti oleh Kepala Bapenda dan perwakilan dari sejumlah provinsi di wilayah timur, termasuk Provinsi Maluku, Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya. Hadir pula jajaran eksekutif dari PT Pertamina Patra Niaga MOR VIII serta pimpinan OPD terkait dari lingkup Pemprov Maluku Utara.

Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan dapat memperkuat sinergi dan menyusun peta jalan bersama untuk mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor PBBKB secara berkelanjutan dan transparan. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *