BMKG Halmahera Selatan Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem: Ancaman Banjir, Longsor, dan Pohon Tumbang di Tengah Peringatan Dini dari BMKG Ternate

Berita Informasi774 Dilihat

Bacan, 3 Juni 2025, jendelamalut.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Oesman Sadik Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Imbauan ini merujuk pada rilis peringatan dini yang sebelumnya telah dikeluarkan oleh BMKG Ternate.

Cuaca ekstrem yang dimaksud berpotensi memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, serta penurunan jarak pandang yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat. BMKG menekankan bahwa wilayah-wilayah yang tergolong rawan bencana di Kabupaten Halmahera Selatan perlu meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan secara maksimal.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan instansi di Halmahera Selatan untuk lebih memperhatikan potensi cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan dampak buruk, terutama di daerah-daerah rawan banjir dan longsor,” ujar pihak BMKG Halmahera Selatan dalam pernyataan resminya.

Masyarakat diharapkan untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan saat kondisi cuaca memburuk, serta segera menjauh dari wilayah-wilayah rawan bencana apabila hujan deras berlangsung secara terus-menerus dalam waktu lama. BMKG juga mengingatkan agar warga selalu mengutamakan keselamatan dan tidak menyepelekan tanda-tanda alam yang muncul.

Sebagai bentuk layanan informasi publik, masyarakat dapat memantau kondisi cuaca terkini, peringatan dini, dan informasi prakiraan cuaca skala kelurahan melalui kanal resmi BMKG, antara lain:

Website: www.bmkg.go.id dan www.cuaca.bmkg.go.id

WhatsApp: 0812-1363-8158

Instagram: @bmkghalsel

BMKG Halmahera Selatan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk saling berbagi informasi dan meningkatkan kesiapsiagaan di tengah dinamika cuaca yang semakin tidak menentu akibat perubahan iklim global. Tindakan preventif, informasi yang akurat, dan kesadaran kolektif merupakan kunci untuk meminimalisasi risiko bencana dan menyelamatkan lebih banyak nyawa. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *