Tidore, jendelamalut.com – Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Maluku Utara menggelar audiensi bersama Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen dan Wakil Wali Kota, Ahmad Laiman, bertempat di Kantor Wali Kota Tidore, Senin (tanggal disesuaikan).
“Berdasarkan Sumber terpercaya yang di Identifikasi Media ini, “Audiensi ini bertujuan mempererat sinergi antara BKKBN dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan (Tikep) dalam upaya percepatan pembangunan keluarga, penurunan angka stunting, serta mempersiapkan pelaksanaan verifikasi dan validasi (Verval) Keluarga Risiko Stunting (KRS).
Turut hadir dalam pertemuan ini, Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Utara dr. Victor Palimbong, Tim Kerja Perencanaan, Keuangan, dan Pengawasan Harwaty, Ketua Tim Kerja Umum dan Peran Serta Masyarakat Apriani, Tim Kerja Data dan Informasi RandI Ariansyah, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Saiful Salim, dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Tidore, M. Hasby KF. Marsoly.
Dalam sambutannya, dr. Victor menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Pemerintah Kota Tidore dalam menurunkan angka stunting secara signifikan.
> “Kami sangat mengapresiasi komitmen dan kerja keras Pemerintah Kota Tidore yang berhasil menurunkan prevalensi stunting dari 21,3 persen menjadi 16,6 persen. Ini adalah pencapaian luar biasa yang menunjukkan keseriusan dalam membangun generasi sehat demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar dr. Victor.
Ia juga menyoroti keberhasilan Pemkot Tidore dalam penyerapan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang mencapai 98,5 persen—tertinggi di Provinsi Maluku Utara. Hal ini dinilainya sebagai bukti sinergi dan manajemen program yang efektif.
Lebih lanjut, dr. Victor memaparkan agenda strategis BKKBN ke depan, yakni pelaksanaan program Verval KRS yang akan berlangsung selama Juni hingga Agustus 2025. Program ini bertujuan memastikan intervensi terhadap keluarga berisiko stunting dilakukan tepat sasaran berdasarkan data yang valid.
> “Pendataan keluarga adalah fondasi kebijakan. Dengan data akurat, program bisa menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan. Kami berharap dukungan penuh dari Pemerintah Kota Tidore dalam pelaksanaan Verval ini,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tidore Muhammad Sinen menyatakan kesiapan dan komitmen penuh dalam mendukung seluruh program yang diinisiasi BKKBN.
> “Kami siap mendukung setiap program, baik penurunan stunting maupun Verval KRS. Kami juga berkomitmen menyukseskan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Provinsi Maluku Utara yang tahun ini akan dilaksanakan di Tidore,” tegas Sinen.
Ia menambahkan bahwa penanganan stunting merupakan prioritas utama Pemerintah Kota Tidore di bawah kepemimpinannya. Ia terus memantau kinerja dinas teknis setiap hari dan rutin melakukan evaluasi untuk memastikan target tercapai secara optimal.
Tak hanya di ruang birokrasi, Sinen juga aktif memberikan edukasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan pranikah sebagai bagian dari pencegahan stunting sejak dini.
> “Saya sering turun ke lapangan, bahkan langsung ke Kantor Urusan Agama untuk bertemu calon pengantin dan memberikan pemahaman soal pentingnya cek kesehatan sebelum menikah,” tutur Wali Kota.
Audiensi ini menegaskan komitmen bersama antara BKKBN dan Pemerintah Kota Tidore dalam memperkuat kebijakan berbasis data, membangun keluarga yang tangguh, serta mewujudkan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.
(Red/Mito)










