Pemdes Tawa Salurkan Bantuan Pertanian Berbasis Ketahanan Pangan 20%: Paranet, Sprayer, Bibit, dan Sensor Diprioritaskan untuk Lahan Siap Tanam

Berita Informasi1007 Dilihat

Halmahera Selatan, Jendelamalut.com
Pemerintah Desa Tawa, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, melaksanakan program pemberdayaan ketahanan pangan yang bersumber dari alokasi 20% Dana Desa Tahun 2025. Dalam rangka mewujudkan kemandirian petani dan mendukung produktivitas pertanian lokal, Pemdes Tawa membagikan sejumlah bantuan sarana produksi pertanian kepada masyarakat, Selasa (17/6/2025).

Bantuan yang disalurkan berupa paranet (jaring pelindung tanaman), sprayer (alat semprot), bibit tanaman, dan sensor kelembaban tanah. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam mendukung program ketahanan pangan berbasis masyarakat, sekaligus memperkuat ekonomi warga melalui sektor pertanian.

Kepala Desa Tawa dalam keterangannya menyampaikan bahwa prioritas penerima bantuan kali ini diberikan kepada petani yang telah membersihkan lahan dan siap melakukan proses penanaman.

> “Kami ingin memastikan bahwa bantuan yang kami berikan benar-benar dimanfaatkan. Karena itu, kami prioritaskan petani yang lahannya sudah bersih dan siap tanam. Ini bagian dari komitmen kami agar program ketahanan pangan ini tidak sekadar formalitas, tapi betul-betul menyentuh kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.

 

Mendorong Petani Mandiri dan Produktif

Dengan adanya bantuan sarana produksi ini, para petani diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja di lapangan serta mempercepat proses tanam menjelang musim tanam berikutnya. Paranet yang diberikan berfungsi untuk melindungi tanaman dari intensitas sinar matahari yang berlebih, sprayer memudahkan proses pemupukan dan pengendalian hama, sedangkan sensor kelembaban membantu petani dalam mengatur irigasi secara tepat.

Bibit yang dibagikan pun disesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan lokal agar adaptif dan berdampak langsung pada produktivitas hasil pertanian.

Salah satu penerima bantuan, Ramli (45), mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah desa terhadap kebutuhan para petani. “Kami merasa terbantu sekali. Biasanya, kami beli alat semprot atau bibit secara mandiri. Sekarang dapat bantuan, jadi bisa fokus mengelola kebun dengan lebih maksimal,” tuturnya.

Transparansi dan Pendampingan Berkelanjutan

Kegiatan pembagian bantuan ini turut disaksikan oleh unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping desa, serta tokoh masyarakat guna memastikan transparansi pelaksanaan program. Selain bantuan alat, Pemdes Tawa juga merencanakan pelatihan teknis kepada kelompok tani agar alat dan teknologi yang diberikan bisa dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Menurut Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Gane Barat Selatan yang turut hadir, langkah yang diambil oleh Pemerintah Desa Tawa dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola Dana Desa secara tepat sasaran dan berpihak kepada sektor yang menopang hidup masyarakat banyak.

> “Ini bukan hanya soal membagikan barang, tapi juga menyangkut visi pembangunan desa berbasis ketahanan pangan. Ketika lahan produktif dan petani sejahtera, desa akan tumbuh secara berkelanjutan,” ungkapnya.

 

Penutup

Program ketahanan pangan 20% Dana Desa yang diimplementasikan dengan pendekatan berbasis kebutuhan lapangan seperti yang dilakukan di Desa Tawa menjadi bukti nyata bahwa pembangunan desa bisa berjalan efektif jika dikelola dengan transparan, akuntabel, dan mengedepankan partisipasi masyarakat. Ke depan, pemerintah desa berharap bantuan yang telah disalurkan dapat meningkatkan hasil panen dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

(Biro Halsel/Utam Saputra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *