Banjir dan Longsor Terjang Halmahera Barat, 18 Warga Dievakuasi BPBD ke Tempat Aman

Berita Informasi841 Dilihat

Halmahera Barat, Maluku Utara — Bencana hidrometeorologi kembali melanda wilayah Halmahera Barat. Hujan deras yang mengguyur sejak beberapa hari terakhir menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah desa. Akibatnya, sebanyak 18 warga Desa Bobanehena, Kecamatan Jailolo, terpaksa dievakuasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Barat ke lokasi yang lebih aman.

“Berdasarkan Sumber terpercaya yang di Identifikasi Media ini, “Sekretaris BPBD Halmahera Barat, Ade Fabanyo, dalam keterangannya pada Minggu (22/6/2025) menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan secara bertahap, dengan mengutamakan keselamatan warga terdampak. Para pengungsi sementara ditempatkan di Musholla dan Kantor Desa Bobanehena, yang dinilai cukup aman dari ancaman banjir lanjutan.

“Untuk sementara, yang tercatat dan sudah dievakuasi berjumlah 18 jiwa. Mereka kami tempatkan di lokasi pengungsian sementara sambil menunggu situasi membaik,” ujar Ade.

Tak hanya di Desa Bobanehena, bencana longsor juga terjadi di Desa Saria, Kecamatan Jailolo. Dua rumah terdampak dalam insiden tersebut. Salah satu rumah mengalami kerusakan ringan akibat longsor, sementara satu rumah lainnya terpaksa dikosongkan karena posisinya berada tepat di bawah tebing yang rawan longsor susulan. Penghuni rumah tersebut untuk sementara mengungsi ke rumah keluarga mereka.

“Evakuasi dilakukan untuk menghindari risiko lebih besar. Kami juga mengimbau warga yang tinggal di daerah lereng dan bantaran sungai untuk selalu waspada,” tambah Ade.

BPBD juga mencatat adanya dampak banjir di Desa Bobo, Kecamatan Jailolo, di mana empat rumah warga terendam akibat luapan air yang cukup tinggi. Sementara itu, di Desa Matui, jalur transportasi lumpuh total akibat badan jalan tertimbun longsor.

“Seluruh badan jalan di Matui tertutup material longsor. Tim BPBD bersama personel TNI-Polri sudah menuju lokasi untuk melakukan pembersihan dan upaya penanganan darurat,” jelas Ade.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam bencana ini. Namun, BPBD terus melakukan pemantauan intensif di sejumlah titik rawan bencana serta mengkoordinasikan langkah-langkah mitigasi dengan aparat desa dan instansi terkait.

Pemerintah daerah melalui BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi bencana lanjutan. Masyarakat juga diharapkan segera melapor kepada aparat desa atau posko bencana terdekat jika melihat tanda-tanda potensi bahaya seperti retakan tanah, luapan air sungai, atau longsoran kecil. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *