LABUHA – jendelamalut.com – Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, sejak pukul 12.00 WIT siang hingga 04.30 WIT dini hari, Sabtu (21/6/2025). Akibatnya, sejumlah desa mengalami banjir yang meresahkan warga.
Pantauan langsung tim Info Public di lapangan menunjukkan bahwa genangan air terjadi di beberapa desa, di antaranya Desa Labuha, Desa Amasing, Desa Raubadak, dan Desa Taman Sari. Ketinggian air bervariasi, dengan rata-rata mencapai 60 cm di pekarangan rumah warga, bahkan di beberapa titik jembatan ketinggian air mendekati dua meter.
Seorang warga Desa Amasing mengungkapkan keresahannya. “Banjir kali ini paling parah dibanding sebelumnya. Dulu hanya RT 03 dan RT 04 yang terdampak, tapi sekarang RT 01 dan RT 02 juga ikut tergenang,” ujarnya dalam video berdurasi 30 detik yang beredar di media sosial.
Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Amasing Kali, yang tidak mampu menampung volume air hujan yang turun dalam durasi yang lama. Situasi ini semakin diperparah karena sebagian wilayah berada di dataran rendah dan saluran pembuangan air tidak berfungsi maksimal.
“Air mulai masuk ke rumah sejak tengah malam. Kami tidak bisa tidur karena sibuk menyelamatkan barang-barang. Setiap musim hujan, kami selalu dilanda banjir. Kami berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata,” keluh salah satu warga yang rumahnya tergenang air.
Warga mendesak agar Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan segera melakukan normalisasi sungai dan memperbaiki sistem drainase yang ada di kawasan rawan banjir, khususnya di wilayah Amasing Kali.
Peristiwa ini kembali menjadi alarm penting bagi pemerintah daerah agar menaruh perhatian serius terhadap infrastruktur pengendalian banjir, guna mencegah kerugian lebih besar dan menjamin keselamatan warga di masa mendatang. Red










