Ajakan untuk Pemilu HIMAPRO yang Bersih dan Demokratis: Pesan Moral Disampaikan untuk Hindari Praktik “Orang Dalam” dan Apresiasi kepada Panitia

Berita Informasi2306 Dilihat

Ternate, jendelamalut.com — Dalam momentum penting menjelang pemilihan Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMAPRO), salah satu tokoh mahasiswa menyampaikan dua pesan penting yang menjadi sorotan publik kampus. Pesan tersebut merupakan bentuk ajakan moral untuk menjaga integritas demokrasi mahasiswa serta apresiasi terhadap panitia penyelenggara pemilihan.

Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui pesan tertulis, tokoh tersebut menegaskan bahwa siapa pun yang mencalonkan diri sebagai Ketua HIMAPRO harus menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan bersaing secara sehat. Ia secara lugas mengimbau agar proses pencalonan dan pemilihan berjalan bersih, tanpa campur tangan pihak luar atau “orang dalam” yang dapat mencederai semangat demokrasi mahasiswa.

> “Pesan pertama: saya menghimbau siapapun yang mencalonkan sebagai Ketua HIMAPRO ini harus bersaing secara sehat dan bersih tanpa keterlibatan orang dalam,” demikian kutipan pernyataan tersebut.

 

Lebih lanjut, dalam pesan keduanya, ia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada panitia penyelenggara pemilu HIMAPRO yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan dan melaksanakan proses pemilihan. Ia menyebut bahwa kerja panitia patut dihargai sebagai bentuk pengabdian untuk kemajuan organisasi kemahasiswaan.

> “Pesan kedua: saya memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara,” lanjutnya.

 

Sementara itu, dalam bagian lain dari percakapan yang beredar, terlihat pula adanya saran untuk media atau pihak penyusun berita agar mengawali pemberitaan dengan sedikit narasi tentang salah satu calon, yakni Arfan. Calon tersebut dinilai memiliki jiwa kepemimpinan dan layak untuk diperkenalkan secara positif di awal berita sebagai bentuk pengantar.

> “Awal berita kaka muji sedikit bahwa Arfan seorang calon mempunyai jiwa kepemimpinan atau apalah menurut kaka terbaik,” tulis pengirim pesan tersebut.

 

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa dalam proses demokrasi kampus, selain pentingnya menjaga netralitas dan integritas, terdapat juga keinginan untuk memberikan ruang apresiasi bagi calon-calon potensial yang memiliki nilai dan kapasitas kepemimpinan.

Proses pemilihan Ketua HIMAPRO tahun ini diharapkan menjadi momentum pembelajaran politik yang sehat bagi seluruh mahasiswa. Selain sebagai sarana regenerasi kepemimpinan, pemilu HIMAPRO juga menjadi cerminan kualitas demokrasi dan kedewasaan berorganisasi di lingkungan kampus.

Redaksi : Utam Saputra
Editor : Ryo CS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *