Kecelakaan Kapal Ikan Milik Pemprov Malut Jadi Sorotan: Retakan di Lambung Akibat Gelombang Tinggi, Mesin Mati Total, dan Kerugian Mencapai Ratusan Juta

Berita Informasi2693 Dilihat

Pulau Mandioli, Halmahera Selatan, jendelamalut.com – Sebuah kapal penangkap ikan milik Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang dioperasikan oleh PT INKA MINA menjadi sorotan usai mengalami kecelakaan serius di perairan Pulau Mandioli, Halmahera Selatan, pada Rabu (9/7/2025). Peristiwa ini mengundang perhatian luas karena menyangkut aset pemerintah daerah dan keselamatan para awak kapal.

Kapal dengan nomor lambung 984 tersebut dilaporkan mengalami kerusakan berat pada bagian lambung akibat hantaman gelombang besar. Akibatnya, air laut masuk ke ruang mesin dan menyebabkan mesin kapal mati total di tengah laut.

“Kami sudah berusaha maksimal, tetapi retakan lambung terlalu besar dan air masuk dengan cepat,” ujar nahkoda kapal saat dikonfirmasi usai proses evakuasi.

 

Meski kerusakan kapal tergolong parah, seluruh awak kapal yang berjumlah tujuh orang berhasil diselamatkan tanpa luka serius. Namun, sekitar tiga ton ikan cakalang yang sudah diproses dan dikemas di dalam dek kapal ikut tenggelam bersama kapal yang hampir karam.

Dinas Kelautan dan Perikanan menyatakan bahwa evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan terkait pengelolaan kapal oleh pihak ketiga. Sementara itu, PT INKA MINA menyampaikan bahwa mereka akan bertanggung jawab terhadap kerugian dan telah menyiapkan laporan kepada pihak asuransi.

Insiden ini menjadi pelajaran penting bahwa mitigasi risiko dan standar operasional pelayaran harus ditingkatkan, terutama ketika cuaca laut tidak bersahabat. BMKG Maluku Utara pun mengingatkan kembali pentingnya kepatuhan terhadap peringatan dini yang sudah dikeluarkan secara rutin.

Redaksi Malut : Utam Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *