LABUHA – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan, Asia Hasjim, memastikan akan melakukan kunjungan langsung ke Rumah Sakit Pratama (RSP) Bisui, Kecamatan Gane Timur Tengah, dalam waktu dekat. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menindaklanjuti berbagai keluhan pegawai terkait kebijakan dan pola manajemen rumah sakit yang dipimpin oleh Direktur RSP Bisui, dr. Elisabeth Bernadette.
Dalam wawancara pada Senin (21/7), Kadinkes menyatakan bahwa kunjungan ini akan disertai dengan rapat bersama yang melibatkan Dinas Kesehatan, pihak direktur, serta seluruh pegawai RSP Bisui. Tujuannya adalah mendengarkan langsung aspirasi, masukan, dan permasalahan internal dari kedua belah pihak.
“Kami akan turun langsung bersama tim Dinkes ke RSP Bisui. Rapat ini penting untuk mendengar langsung keluhan para pegawai dan juga klarifikasi dari pihak direktur. Karena selama ini informasi hanya datang dari satu sisi, kami ingin mendengarkan semuanya secara adil,” jelas Asia Hasjim.
Asia menegaskan bahwa setiap pegawai berhak menyampaikan pendapat dan permasalahan selama tetap dalam koridor etika dan aturan yang berlaku. Ia mengimbau agar para staf tidak takut untuk berbicara secara terbuka pada saat pertemuan nanti.
“Saya minta para pegawai jangan takut. Sampaikan semua hal yang dirasakan agar kami bisa membantu menyelesaikannya. Mereka memiliki hak untuk didengar,” ujarnya.
Terkait dengan fasilitas rumah sakit, Kadinkes menegaskan bahwa seluruh peralatan dan sarana yang telah disediakan oleh Dinas Kesehatan harus digunakan sepenuhnya untuk pelayanan pasien dan mendukung kerja pegawai.
“Saya sudah tegaskan, semua fasilitas dan alat yang diserahkan ke RSP Bisui harus digunakan sesuai peruntukannya. Tidak boleh ada pembatasan. Semua untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kadinkes juga memberikan perhatian khusus pada gaya kepemimpinan direktur rumah sakit. Ia berharap dr. Elisabeth dapat bersikap terbuka, adil, dan bijaksana dalam menghadapi bawahannya.
“Sebagai pimpinan, direktur harus menjadi teladan. Harus jujur, terbuka, dan bisa menerima kritik serta masukan. Rapat-rapat internal pun harus terbuka. Tidak boleh ada pelarangan pegawai membawa handphone saat rapat biasa, selama tidak mengganggu jalannya diskusi,” kata Asia.
Mengenai ruangan rawat inap yang selama ini belum difungsikan, Asia meminta agar ruangan tersebut segera digunakan. Ia menilai ruang tersebut telah memenuhi standar dan layak untuk operasional pelayanan pasien.
“Kami sudah ajukan anggaran perbaikan kebocoran dan kelengkapan lainnya ke Pemda melalui Bappeda. Sambil menunggu, ruangan itu sebaiknya sudah mulai digunakan karena ruang IGD yang sekarang sangat terbatas kapasitasnya,” ungkapnya.
Penegasan ini juga merupakan bagian dari dorongan Dinas Kesehatan untuk memastikan pelayanan di RSP Bisui dapat berjalan optimal, baik dari sisi fasilitas, manajemen, maupun kesejahteraan pegawai.
Diharapkan, melalui kunjungan dan evaluasi langsung dari Dinas Kesehatan, berbagai permasalahan internal di RSP Bisui dapat terselesaikan dengan baik dan pelayanan terhadap masyarakat di wilayah Gane Timur Tengah dapat semakin ditingkatkan. (*)
Redaksi: Utam Saputra












