Halmahera Selatan ; Jendela Malut– Senin 22 September 2025 – Mediasi antara warga Desa Babang dan Desa Tawa berlangsung khidmat di kantor Camat Bacan Timur, Senin (22/9) dini hari. Pertemuan ini digelar pasca insiden bentrokan pada Minggu (21/9/2025) di kawasan wisata Sibela Bits, Desa Babang, yang menyebabkan seorang pemuda asal Desa Tawa mengalami luka di bagian kepala akibat dikeroyok sejumlah pemuda.
Insiden tersebut sempat memicu aksi balasan dari keluarga korban, namun berhasil diredam aparat TNI dan Polri. Untuk mencegah meluasnya konflik, mediasi pun dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga tokoh masyarakat kedua desa.
Pantauan media, hadir dalam forum tersebut Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba, Danramil 1509/01 Labuha Hi. Mustamin, Wakapolres Halsel Kompol Azis Ibrahim, Camat Bacan Timur Tengah, Camat Bacan Timur Niar Barakati, para kepala desa, tokoh pemuda, serta perwakilan masyarakat dari Desa Tawa dan Babang.
Dalam forum mediasi, Kepala Desa Tawa menyampaikan tuntutan agar para pelaku pengeroyokan diproses hukum dan menanggung biaya pengobatan korban. Ia menekankan pentingnya menjaga kedamaian karena masyarakat Babang dan Tawa masih memiliki hubungan kekerabatan yang erat.
Sementara itu, Kepala Desa Babang, Saptu Kahar, mengakui bahwa penyebab utama perkelahian adalah konsumsi minuman keras. Pernyataan ini diperkuat Danramil 1509/01 Labuha, Hi. Mustamin, yang menilai miras jenis cap tikus sering menjadi pemicu konflik antarwarga.
“Masalah kecil bisa jadi besar kalau ada miras. Karena itu mari kita sama-sama membina anak-anak agar memahami akibat buruknya. Percayakan penanganan kasus ini kepada pihak berwenang, jangan terpancing isu yang dapat memecah belah,” tegas Danramil.
Senada, Wakapolres Halsel Kompol Azis Ibrahim menegaskan bahwa siapa pun yang terbukti melakukan tindak pidana pasti akan diproses hukum. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjauhi minuman keras. “Miras bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga memicu perbuatan yang kita tidak inginkan. Saat ini pelaku pengeroyokan sudah diamankan dan akan diproses sesuai hukum,” jelasnya.
Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba menyampaikan rasa prihatin mendalam atas insiden tersebut. Menurutnya, peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi, padahal Desa Babang, Tawa, dan Sayoang memiliki ikatan keluarga yang kuat.
“Sayangnya, karena ulah segelintir orang, kita sampai saling serang dan melupakan ikatan kekeluargaan. Saya tegaskan, pelaku harus diproses hukum secara adil. Tidak boleh ada yang melindungi. Mari kita jaga kedamaian bersama, karena kita semua ini basudara,” tegas Bupati Halsel.
Ia juga mengimbau para kepala desa dan tokoh pemuda agar lebih aktif memberikan edukasi kepada generasi muda. “Peran pemuda sangat penting. Jadilah motor perdamaian, bukan pemicu perpecahan,” imbuhnya.
Mediasi yang berlangsung penuh keakraban itu ditutup dengan penandatanganan surat kesepakatan bersama antara kedua belah pihak. Kesepakatan ini menjadi komitmen untuk mengakhiri konflik sekaligus memperkuat persaudaraan antar warga Babang dan Tawa.











