Gunung Gamalama Rekam Ratusan Gempa, Warga Diminta Jauhi Radius 1,5 Km dari Kawah

Berita Informasi128 Dilihat

Ternate –JendelaMalut– Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) RI melalui Badan Geologi merilis hasil evaluasi aktivitas vulkanik Gunung Gamalama periode 1 hingga 15 September 2025.

 

Berdasarkan data, terekam sebanyak 51 kali gempa hembusan, 1 kali gempa tornillo, 38 kali gempa vulkanik dalam, 64 kali gempa tektonik lokal, serta 118 kali gempa tektonik jauh.

 

“Berdasarkan Sumber terpercaya yang di Identifikasi Media ini, “Secara visual, tinggi asap kawah maksimum mencapai 250 meter di atas puncak. Hembusan gas yang teramati didominasi uap air tanpa membawa material batuan maupun abu.

 

“Aktivitas kegempaan Gunung Gamalama masih tinggi dan fluktuatif. Namun jika dibandingkan periode 16–31 Agustus 2025, kecenderungan aktivitas vulkanik saat ini menurun, meski indikasi pergerakan fluida dalam tubuh gunung masih terpantau,” tulis KESDM dalam rilis resminya, Rabu (24/9/2025).

 

Badan Geologi menjelaskan, gempa hembusan menunjukkan adanya suplai magma yang berada di kedalaman dangkal, sementara gempa tornillo menjadi indikasi pergerakan fluida dalam tubuh gunung api. Adapun gempa vulkanik dalam menandakan suplai magma yang berasal dari bawah permukaan Gunung Gamalama.

 

Hingga kini, Gunung Gamalama masih berada pada status Level II (Waspada). Karena itu, masyarakat maupun wisatawan diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 1,5 km dari kawah utama.

 

KESDM juga mengingatkan, di musim hujan potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar patut diwaspadai, terutama bagi warga yang bermukim di bantaran sungai yang berhulu di kawasan puncak Gamalama. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *