TERNATE — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, melakukan panen perdana komoditas terong di Kelurahan Bula, Kecamatan Ternate Barat, Rabu (5/11/2025). Panen dilakukan di lahan seluas 900 meter persegi dengan jumlah 501 pohon terong menggunakan bibit Lezata F1 produksi Panah Merah.
Tanaman terong ini diproyeksikan mampu dipanen hingga 20 kali dengan siklus panen setiap 60 hari. Langkah ini merupakan wujud dukungan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas pasokan komoditas hortikultura di Ternate.
Sekda Rizal menyampaikan, pengembangan komoditas terong menjadi strategi penting untuk menekan inflasi, mengingat sebagian pasokan kebutuhan masyarakat selama ini masih dipenuhi dari luar daerah.
> “Hari ini luar biasa. Komoditas yang selama ini menjadi penyumbang inflasi sebagian masih kita datangkan dari luar. Langkah awal ini menjadi semangat bersama bagi Dinas Pertanian untuk memperkuat produksi lokal,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya penggunaan pupuk bio organik untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia, sekaligus menghasilkan produk pertanian sehat dan ramah lingkungan.
> “Produksi bisa lebih murah, kualitas lebih baik, sehat, dan ramah lingkungan. Ini menjadi tantangan bagi Dinas Pertanian untuk terus mendorong gerakan ini,” tegas Rizal.
Sementara itu, pemilik lahan sekaligus petani, Zulkarnain Mochtar, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas panen perdana tersebut. Ia menyebut, panen kali ini telah dilelang dan terjual, menjadi penyemangat bagi petani untuk terus meningkatkan produksi.
> “Panen perdana ini sudah dilelang dan terjual. Kami sangat senang karena kegiatan ini dihadiri langsung oleh Sekda, Kadis Pertanian serta berbagai pihak pendukung lainnya,” katanya.
Zulkarnain juga mengungkapkan, tanaman terong dapat kembali berproduksi setelah dipangkas untuk memunculkan tunas baru sehingga memungkinkan panen lebih dari 20 kali jika dirawat optimal.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi kelompok tani lainnya di Ternate untuk meningkatkan produksi lokal serta mendorong kemandirian pangan daerah.
Tim Redaksi










