Penggerebekan Ladang Ganja Raksasa di Gayo Lues: Jaringan Sungai, Kurir, dan Nilai Ratusan Miliar

Berita53 Dilihat

Kalau Anda pikir perdagangan narkoba berlangsung di gang-gang kota besar, kasus ini bakal bikin Anda tercengang. Di perbukitan terpencil Gayo Lues, Aceh, polisi menemukan ladang ganja dengan tanaman yang tingginya bahkan mengalahkan orang dewasa. Sebagian sudah dipanen dan dikeringkan—siap diedarkan.

Itulah temuan yang diungkap Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim, Brigjen Eko Hadi Santoso. Dan cara para pelaku mengedarkan ganja? Tidak biasa sama sekali.

Operasi Ganja di Bukit Terpencil

Saat tim polisi tiba di lokasi, tidak ada satu pun pelaku yang terlihat. Yang ada hanya gubuk kosong dan hamparan ganja bernilai fantastis: mencapai Rp 620,8 miliar. Tanaman-tanaman itu tumbuh tinggi dan lebat, menunjukkan bahwa ladang ini sudah dikelola secara serius dan dalam waktu yang lama.

Distribusi Lewat Sungai: Metode yang Cerdik dan Minim Jejak

Menurut Eko, para pelaku memanen ganja, memasukkannya ke karung, lalu menurunkannya ke pinggir sungai. Ketika ada pesanan, karung itu dihanyutkan mengikuti arus, dan kurir lain yang sudah menunggu di titik tertentu tinggal mengambilnya.

Setelah diterima kurir, ganja dikemas ulang menjadi paket satu kilogram atau per bal untuk memudahkan distribusi.

Penangkapan Kurir: 47 Bal Ganja di Deli Serdang

Pada 13 November 2025, polisi menangkap dua pengedar di Deli Serdang. Mereka menyimpan 47 bal ganja, masing-masing setara satu kilogram. Meski dua orang ini sudah ditahan, polisi masih memburu bandar besar yang diduga membiayai ladang tersebut. “Bandarnya diduga juga berasal dari Aceh,” kata Eko.

Pemusnahan Ladang: Langkah Tegas Pada 18 November 2025

Seluruh ganja dari ladang itu dimusnahkan polisi pada 18 November 2025. Tidak ada pelaku yang ditemukan saat penggerebekan, memperkuat dugaan bahwa jaringan ini bekerja dengan sistem pengawasan dan distribusi yang rapi.

Kesimpulan: Kasus Besar yang Masih Berkembang

Penggerebekan ini adalah salah satu operasi terbesar tahun ini. Dari ladang di bukit terpencil hingga distribusi lewat sungai, semuanya menunjukkan kecanggihan jaringan narkoba di Aceh. Polisi telah memusnahkan barang bukti bernilai ratusan miliar, namun perburuan terhadap bandar besar masih terus berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *