Konflik Internal PBNU Memanas: Gus Yahya Didesak Mundur, Kiai dan PWNU Pasang Badan

Berita50 Dilihat

Jakarta — Drama besar sedang berlangsung di tubuh Nahdlatul Ulama (PBNU). Kursi Ketua Umum Gus Yahya Cholil Staquf diguncang keras setelah Rapat Harian Syuriyah PBNU mengeluarkan ultimatum resmi: Gus Yahya harus mundur dalam 3 hari. Jika tidak, ia akan diberhentikan sepihak. Ultimatum itu ditandatangani langsung oleh Rais Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar.

Pemicu konflik ini disebut-sebut berkaitan dengan pengelolaan konsesi tambang serta dugaan kedekatan dengan Israel. Situasi kian memanas setelah Penasihat Internasional Gus Yahya, Charles Holland Taylor, ikut dicopot dari jabatannya.

Gus Yahya Melawan: “Saya Tidak Akan Mundur”

Alih-alih menyerah, Gus Yahya justru mendapat dukungan kuat dari seluruh PWNU se-Indonesia yang berkumpul di Surabaya. Mereka menolak tegas rencana pemecatan.

Mereka khawatir kalau saya mundur. Mereka yang memilih saya di Muktamar Lampung,” ujar Gus Yahya.

Ia menegaskan tidak ada alasan baginya untuk mundur dan menyebut banyak isu miring yang perlu ia luruskan.

Puluhan Kiai Berkumpul: “Tidak Ada Pemakzulan”

Di Jakarta, puluhan kiai menggelar Silaturahmi Alim Ulama di kantor PBNU. Mereka sepakat kepemimpinan Gus Yahya harus tetap berjalan sampai Muktamar berikutnya.

Katib Aam PBNU, Ahmad Said Asrori, berkata:

Tidak ada pemakzulan. Kepengurusan harus utuh sampai periode selesai.

Gus Ipul: Serahkan Pada Ulama Sepuh

Sekjen PBNU, Gus Ipul, meminta warga NU tetap tenang dan tidak terjebak spekulasi. Ia menegaskan masalah ini akan diselesaikan oleh jajaran Syuriyah sesuai AD/ART.

Mahfud MD: “Akar Masalahnya Rebutan Tambang”

Mantan Menkopolhukam Mahfud MD ikut memberi pandangan. Ia menyebut konflik ini berawal dari perebutan pengelolaan tambang, selain isu ceramah pihak pro-Israel dan masalah administrasi.

Malu kita, NU ribut soal tambang,” kata Mahfud.

Ia menyarankan islah, karena masa jabatan kepengurusan tersisa satu tahun lagi sebelum Muktamar 2026/2027.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *