Halmahera Barat – Di tengah sisa endapan lumpur yang masih basah di Desa Gamlamo, Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, puluhan personel kepolisian dengan seragam cokelat terlihat bekerja sama erat dengan warga pada Senin (12/01). Bukan dalam tugas pengamanan, melainkan dengan menyingsingkan lengan baju, memegang sekop, dan mengangkat sisa material banjir yang menerjang pemukiman setempat.
Personel Satuan Samapta Polres Halmahera Barat bergerak menyisir rumah-rumah warga dan berbagai fasilitas umum. Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan warga bisa kembali menempati rumah dengan aman dan anak-anak bisa segera kembali belajar mengaji dengan nyaman.
Kapolres Halmahera Barat menegaskan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata dari konsep “Polisi Penolong”. Menurutnya, kehadiran Polri tidak boleh hanya dirasakan dalam penegakan hukum, tetapi juga harus menjadi yang terdepan saat masyarakat membutuhkan bantuan.
“Seragam yang kami pakai ini adalah amanah untuk melayani. Ketika saudara kita di Halmahera Barat sedang diuji dengan musibah banjir, hati kami pun ikut terpanggil. Ini bukan sekadar membersihkan lumpur, tapi upaya kami untuk ‘membasuh’ sedikit duka warga agar mereka merasa tidak sendiri,” ujar Kapolres.
Beliau menambahkan bahwa pendekatan humanis menjadi prioritas utama dalam operasi kemanusiaan ini. Ia juga mengapresiasi seluruh personel di lapangan yang bekerja bahu-membahu membersihkan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan rumah-rumah lansia yang menjadi salah satu titik paling terdampak.
“Saya menyampaikan kepada anggota, anggap rumah warga yang kalian bersihkan itu seperti rumah orang tua sendiri. Bersihkan TPQ itu agar anak-anak kita bisa segera mengaji lagi. Kehadiran negara harus dirasakan hangat di tengah masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan yang dipimpin oleh tim Samapta Polres Halbar ini dibagi menjadi dua regu kerja. Mereka melakukan pembersihan secara manual, mulai dari menyerok lumpur tebal di ruang tamu warga hingga membersihkan halaman sekolah. Tidak ada batasan antara petugas dan masyarakat, semua bergotong royong dengan semangat khas masyarakat Maluku Utara.
Diharapkan aksi bersih-bersih ini dapat mempercepat proses pemulihan baik dari sisi psikis maupun kondisi fisik lingkungan Desa Gamlamo, sehingga roda kehidupan masyarakat di Kecamatan Ibu dapat segera berputar kembali seperti biasa.
Tim Redaksi












