PANGKEP – Dua orang pendaki Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, menjadi saksi mata insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT, yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk misi patroli maritim. Pesawat tersebut dilaporkan terbang sangat rendah sebelum menghantam lereng gunung dan meledak hebat.
Kedua saksi, Reski (20) dan Muslimin (18), mengaku menyaksikan langsung detik-detik mencekam peristiwa tersebut dari jarak sekitar 100 meter. Menurut mereka, pesawat terlihat melintas tidak wajar, seolah kehilangan kendali.
“Pesawatnya terbang sangat rendah, seperti mengikis lereng gunung. Beberapa detik kemudian terdengar suara benturan keras dan langsung terjadi ledakan,” ujar Reski kepada awak media.
Ledakan tersebut memicu kobaran api disertai kepulan asap hitam tebal yang membumbung tinggi dari area hutan pegunungan. Serpihan badan pesawat terlihat beterbangan dan jatuh di sekitar lokasi kejadian.
Usai ledakan, kedua pendaki mendekati lokasi sejauh yang mereka mampu dengan kondisi medan yang sulit. Di lokasi, mereka menemukan sejumlah serpihan badan pesawat yang masih terbakar, di antaranya terdapat bagian pesawat dengan logo Kementerian Kelautan dan Perikanan. Selain itu, ditemukan pula beberapa dokumen yang hangus terbakar, diduga milik awak maupun penumpang pesawat.
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport tersebut diketahui disewa KKP untuk keperluan patroli maritim, serta mengangkut awak dan penumpang. Berdasarkan data awal, pesawat membawa 46 orang, termasuk tiga pegawai KKP.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta instansi terkait telah diterjunkan untuk melakukan evakuasi, pengamanan lokasi, dan pengumpulan barang bukti.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area jatuhnya pesawat demi keselamatan dan kelancaran proses investigasi. Perkembangan terbaru terkait insiden ini akan terus diperbarui seiring hasil resmi dari tim penyelidik.
Tim Redaksi












