Pembukaan ASEAN Para Games 2025 Thailand Berlangsung Meriah, Ribuan Pengunjung Padati Stadion

Berita Informasi122 Dilihat

Nakhon Ratchasima – Pembukaan pesta olahraga disabilitas terbesar di kawasan Asia Tenggara, ASEAN Para Games ke-13 Tahun 2025 Thailand, berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Ribuan pengunjung terlihat memadati 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Thailand, sejak Selasa sore hingga petang, 20 Januari 2026, untuk menyaksikan secara langsung upacara pembukaan ajang olahraga dua tahunan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, masyarakat dari berbagai distrik di Nakhon Ratchasima, pengunjung dari daerah lain, hingga wisatawan mancanegara berbondong-bondong datang ke stadion yang memiliki kapasitas sekitar 20 ribu tempat duduk itu. Antusiasme penonton tampak tinggi sejak sore hari, jauh sebelum upacara pembukaan resmi dimulai.

Sebelum memasuki area stadion, para penonton tertib mengantre dan menjalani pemeriksaan keamanan melalui alat pemindai x-ray. Setelah melalui proses tersebut, setiap pengunjung menerima air minum kemasan sebelum diarahkan menuju tribun penonton. Proses pengamanan dan pelayanan tersebut berjalan lancar sehingga pengunjung dapat menikmati acara dengan nyaman.

Upacara pembukaan ASEAN Para Games 2025 berlangsung semarak dengan berbagai suguhan atraktif yang menghibur penonton. Perhelatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana untuk mengangkat nilai-nilai kesetaraan, persatuan, dan inklusivitas bagi para penyandang disabilitas di kawasan Asia Tenggara.

“Saya sangat senang. Pembukaan olahraga disabilitas ini berlangsung menakjubkan dan mengangkat nilai kesetaraan serta persatuan,” ujar Aum dan Keng, pasangan pengunjung asal Mueang, Nakhon Ratchasima, saat ditemui di lokasi.

Mereka juga mengapresiasi defile kontingen dari berbagai negara Asia Tenggara yang dinilai berlangsung menawan dan penuh semangat. “Defile peserta dari berbagai negara juga sangat menarik untuk disaksikan. Terima kasih atas penyelenggaraan yang luar biasa ini,” pungkasnya.

Di area tengah stadion, panitia menyiapkan panggung utama berukuran besar yang berada tepat di seberang tribun VIP. Panggung tersebut dilengkapi tiga layar monitor LED berukuran raksasa di bagian tengah, kanan, dan kiri, serta tata cahaya dan permainan laser LED yang memanjakan mata penonton dan menambah kemegahan acara pembukaan.

Rangkaian pembukaan diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya, mulai dari tari-tarian tradisional hingga pertunjukan musik modern yang dikombinasikan dengan teknologi pencahayaan dan laser. Selain itu, parade kontingen atlet, pelatih, ofisial tim, serta National Paralympic Committee (NPC) dari seluruh negara peserta turut menjadi bagian yang paling ditunggu oleh penonton.

Defile kontingen Indonesia tampil memukau dan penuh percaya diri. Kontingen Merah Putih dipimpin oleh atlet Para Angkat Berat, Mabruk Arib Dzaky, yang tampil menawan mengenakan busana adat asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Defile tersebut turut diikuti oleh Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, bersama sekitar 50 anggota kontingen lainnya.

Penampilan kontingen Indonesia disaksikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, dari Tribun VVIP. Kehadiran Menpora Erick Thohir semakin menambah semangat para atlet Indonesia yang akan berlaga dan berjuang mengharumkan nama bangsa di ajang ASEAN Para Games 2025 Thailand.

Pembukaan yang berlangsung meriah ini menjadi penanda dimulainya rangkaian pertandingan ASEAN Para Games ke-13 Tahun 2025, sekaligus mempertegas semangat sportivitas, persaudaraan, dan kesetaraan bagi seluruh atlet disabilitas di Asia Tenggara.

Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *